TULUNGAGUNG - Surplus beras Tulungagung mencapai 72.683 ton hingga Juli 2026. Jumlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat di daerah ini selama sekitar 10 bulan ke depan.
Capaian tersebut ditopang produksi gabah yang mencapai sekitar 217 ribu ton hingga pertengahan 2026. Setelah dikonversikan menjadi beras, produksinya mencapai sekitar 125 ribu ton.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung Suyanto mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan beras di Tulungagung masih berada dalam posisi aman. Produksi pertanian yang terus berjalan turut menjaga ketersediaan pangan daerah.
“Sampai dengan bulan Juli 2026, kita mencapai 217 ribu ton. Kalau dikonversi menjadi beras, kita bisa mencapai 125 ribu ton,” ujar Suyanto.
Dari capaian produksi tersebut, Tulungagung mencatat surplus beras sebesar 72.683 ton. Jumlah itu menjadi salah satu indikator ketersediaan pangan daerah hingga beberapa bulan ke depan.
“Kita bisa surplus 72.683 ton atau mencukupi kebutuhan pangan kita untuk 10 bulan ke depan,” jelasnya.
Suyanto menjelaskan, produksi padi Tulungagung didukung luasan pertanian yang cukup besar. Pada musim tanam pertama (MT 1), luas tanam tercatat mencapai 24.582 hektare.
Sementara itu, luas tanam pada musim tanam kedua (MT 2) mencapai 14.073 hektare. Adapun luas panen yang telah tercatat hingga Juli 2026 mencapai 31.349 hektare.
Data tersebut menunjukkan aktivitas produksi padi masih berlangsung di sejumlah wilayah Tulungagung. Luasan tanam dan panen menjadi bagian dari capaian produksi gabah yang kemudian dikonversikan menjadi beras.
“Luas tanam MT 1 itu 24.582 hektare. Kemudian untuk MT 2-nya 14.073 hektare. Luas panen sampai dengan bulan Juli itu 31.349 hektare,” paparnya.
Dengan produksi gabah sekitar 217 ribu ton hingga Juli, hasil konversinya menjadi sekitar 125 ribu ton beras. Dari jumlah tersebut, ketersediaan beras daerah berada dalam kondisi surplus.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menilai capaian produksi tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam menjaga produktivitas pertanian.
Pemerintah daerah bersama petani dan unsur terkait terus didorong untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan hasil pertanian. Upaya tersebut juga berkaitan dengan dukungan terhadap program nasional di bidang ketahanan pangan.
“Kita bekerja sama dari pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat seluruhnya untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil pertanian, karena kita mendukung program nasional yaitu ketahanan pangan,” ujar Baharudin.
Menurutnya, keberlanjutan produksi pangan juga membutuhkan semangat dari petani serta pendampingan pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga hasil pertanian agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Harapannya, semuanya, dari petani juga semangat, dari kita pemerintah juga selalu mendampingi,” katanya.
Dengan surplus beras 72.683 ton hingga Juli 2026, ketersediaan pangan Tulungagung diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 10 bulan ke depan.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri