Batu di Atas Rel Ganggu Dua Perjalanan KA di Sumbergempol-Ngunut Tulungagung

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:30 WIB
Dua perjalanan kereta sempat terganggu akibat ada batu yang diletakkan di atas rel antara Sumbergempol-Ngunut.(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)
Dua perjalanan kereta sempat terganggu akibat ada batu yang diletakkan di atas rel antara Sumbergempol-Ngunut.(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)

TULUNGAGUNG - Perjalanan kereta api (KA) di jalur Sumbergempol-Ngunut sempat terganggu setelah masinis KA 302 atau KA Barang Parcel menemukan batu yang diduga sengaja diletakkan di atas rel. Benda asing tersebut ditemukan saat kereta melintas di KM 147+7/9 pada Minggu (20/9).

Temuan batu di atas rel itu langsung dilaporkan masinis kepada KAI Daop 7 Madiun. Petugas pengamanan kemudian dikerahkan untuk memastikan kondisi jalur sebelum kembali digunakan untuk perjalanan kereta api.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, laporan dari masinis diterima pada pukul 09.45 WIB. Hanya berselang satu menit, petugas langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan di Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Ngunut.

“Pukul 09.45 WIB, kami menerima informasi dari masinis KA 302 mengenai adanya batu yang diletakkan di atas rel. Pukul 09.46 WIB, petugas langsung berkoordinasi dengan security Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Ngunut,” ujarnya, Senin (21/9).

Baca Juga: Kenapa Kereta Langsung Tulungagung-Surabaya Cuma Commuter Line Dhoho? Ternyata Ini Alasan di Baliknya

Setelah koordinasi dilakukan, tim pengamanan bergerak menuju titik rel yang dilaporkan. Petugas tiba di lokasi pada pukul 09.55 WIB atau sembilan menit setelah koordinasi dilakukan.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung memeriksa kondisi jalur dan membersihkan batu yang berada di atas rel. Penanganan dilakukan segera untuk memastikan jalur kembali aman digunakan perjalanan kereta api.

Tohari menjelaskan, setelah dilakukan penanganan, batu berhasil dibersihkan dari jalur rel. Pada pukul 10.08 WIB, jalur dinyatakan sudah aman untuk kembali dilalui kereta api.

“Tim pengamanan tiba di lokasi pada pukul 09.55 WIB. Setelah dilakukan penanganan, pada pukul 10.08 WIB, jalur sudah berhasil dibersihkan dan dinyatakan aman untuk dilalui kembali,” jelas Tohari.

Baca Juga: Stasiun Tulungagung Dilewati 13 Kereta Api, Ada Gajayana hingga Commuter Line Dhoho, Ini Daftar Lengkap Rutenya

Dengan demikian, penanganan dilakukan selama 23 menit sejak laporan masinis diterima pada pukul 09.45 WIB hingga jalur dinyatakan aman pada pukul 10.08 WIB.

Meski dapat ditangani, gangguan tersebut sempat berdampak terhadap dua perjalanan kereta api. Selain KA 302 yang pertama kali menemukan batu, perjalanan PLB 269B atau KA Matarmaja juga ikut terdampak akibat gangguan pada jalur.

KAI Daop 7 Madiun menilai keberadaan batu atau benda asing lain di atas rel bukan persoalan sepele. Tindakan tersebut dapat membahayakan perjalanan kereta api, penumpang, maupun petugas yang berada dalam perjalanan.

Tohari menegaskan, jalur rel merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian yang harus dijaga bersama. Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur KA diminta tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Baca Juga: Warga Tolak Penutupan Perlintasan Kereta di Gilang Tulungagung, Minta KAI Kedepankan Urun Rembuk

“Kereta api adalah aset negara yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Tindakan meletakkan batu atau benda lain di atas rel bukan hanya merugikan KAI, tetapi juga mengancam keselamatan publik,” tegasnya.

KAI juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur perkeretaapian. Laporan dapat disampaikan kepada petugas terdekat maupun melalui Contact Center KAI 121.

Tohari mengatakan kepedulian masyarakat diperlukan untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Dengan laporan lebih cepat, aktivitas yang berpotensi mengganggu jalur perkeretaapian dapat segera ditindaklanjuti.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian masyarakat, kami optimistis layanan transportasi massal berbasis rel dapat terus berjalan aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
batu di atas rel sumbergempol-ngunut ka barang parcel KA matarmaja kai daop 7 madiun