TULUNGAGUNG – Tak hanya menyediakan jasa maklon kosmetik, Mash Moshem Indonesia juga menghadirkan fasilitas Collaboration Hub untuk mendukung aktivitas bisnis para klien.
Salah satunya melalui layanan live streaming yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemasaran brand. Dalam sesi perdana salah satu klien, siaran langsung selama dua jam tersebut disebut berhasil mencatat penjualan hingga ratusan juta.
Fasilitas ini menjadi bagian dari layanan after sales Mash Moshem Indonesia, perusahaan maklon kosmetik yang berlokasi di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.
Melalui Collaboration Hub, perusahaan berupaya memberikan dukungan kepada klien tidak hanya pada tahap produksi, tetapi juga dalam mengembangkan dan memasarkan produk.
Layanan tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Level Up Your Business Mindset: Creating New Opportunities yang digelar Mash Moshem Indonesia bersama komunitas Tangan di Atas (TDA) Kediri, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini turut menghadirkan presenter sekaligus pengusaha Helmy Yahya untuk berbagi wawasan mengenai strategi bisnis dan perkembangan pasar.
CEO Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia Setri, menjelaskan bahwa Collaboration Hub merupakan ruang yang disediakan untuk mendukung kolaborasi, baik dengan brand yang bermitra dengan Mash Moshem maupun pihak eksternal.
Menurut Filia, fasilitas tersebut merupakan bagian dari layanan after sales bagi klien. Ruang ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk podcast, pembuatan konten, hingga aktivitas kolaboratif lainnya.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu klien memperluas pasar dan mengoptimalkan potensi penjualan brand mereka.
Live Streaming Dua Jam, Penjualan Tembus Rp 140 Juta
Salah satu layanan yang diperkenalkan melalui Collaboration Hub adalah fasilitas live streaming. Pada sesi perdana, salah satu klien Mash Moshem Indonesia dari Jember memanfaatkan ruang tersebut untuk memasarkan produknya secara langsung dari lokasi produksi.
Dalam durasi dua jam, sesi live streaming itu disebut mampu menghasilkan penjualan hingga Rp140 juta. Capaian tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan fasilitas kolaborasi untuk mendukung aktivitas pemasaran brand.
Meski demikian, hasil tersebut merupakan capaian dari sesi klien yang dimaksud dan bukan jaminan penjualan bagi seluruh pengguna fasilitas.
Filia menjelaskan bahwa fasilitas seperti podcast dan live streaming diberikan kepada pihak-pihak yang telah memiliki pasar kuat. Dengan dukungan fasilitas tersebut, klien diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pemasaran yang telah dimiliki.
“Collaboration hub membantu klien untuk memiliki kemampuan memperluas pasar dan meningkatkan penjualan melalui live streaming,” tambahnya.
Selain live streaming, Collaboration Hub juga dimanfaatkan untuk kegiatan podcast. Helmy Yahya sebelumnya menggunakan fasilitas tersebut untuk podcast bertema From Zero to Hero, yang mengangkat kisah perjalanan pengusaha kosmetik lokal.
Helmy Yahya Soroti Peran Maklon dalam Mencetak Local Hero
Helmy Yahya menilai konsep layanan yang diterapkan Mash Moshem Indonesia memberikan perhatian kepada klien hingga tahap penjualan.
“Apa yang dilakukan Mash Moshem ini hal baru, karena memberikan perhatian pada klien sampai pada penjualan,” ujarnya.
Menurut Helmy, perusahaan maklon memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya pengusaha lokal atau local hero di berbagai daerah.
“Perusahaan maklon sangat membantu mencetak local hero di daerah-daerah. Jadi geliat ekonomi tidak berpusat di kota-kota besar saja, namun juga sampai daerah seperti Tulungagung,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Helmy turut menyoroti banyaknya pengguna media sosial yang memiliki jumlah pengikut besar, tetapi belum memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis.
Menurutnya, pemilik akun dengan audiens yang kuat dapat mulai menciptakan produk sendiri. Jumlah pengikut yang besar dapat menjadi salah satu modal untuk mendukung pemasaran produk.
Meski demikian, Helmy mengingatkan pentingnya membangun personal branding secara autentik dan jujur. Kepercayaan audiens perlu dijaga agar hubungan dengan konsumen tidak hanya berorientasi pada penjualan.
Perkuat Kolaborasi dan Identitas Brand
Kegiatan bersama TDA Kediri juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat proses industri kosmetik di Mash Moshem Indonesia. Agenda yang disiapkan mencakup kunjungan pabrik, seminar bisnis, berbagi pengetahuan, hingga praktik pembuatan produk kecantikan melalui sesi DIY Beauty.
TDA merupakan komunitas kewirausahaan yang menjadi wadah bagi para pengusaha untuk saling memberdayakan dan mengembangkan bisnis. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal peluang kolaborasi sekaligus memperoleh wawasan mengenai pengembangan usaha.
Dalam seminar, Helmy membahas perkembangan pasar, dinamika geopolitik, serta peluang dan tantangan bisnis pada 2026–2027. Ia menyoroti bahwa kualitas produk saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Pelaku usaha juga perlu memahami kebutuhan konsumen, membangun brand yang relevan, serta menciptakan kepercayaan. Pelayanan dan pendampingan kepada klien turut menjadi perhatian, termasuk dukungan yang diberikan setelah produk selesai diproduksi.
Filia juga menekankan pentingnya identitas brand atau authenticity. Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki karakter produk sendiri dan tidak sekadar meniru tren yang sudah ada.
Ia mencontohkan gagasan anggota TDA yang ingin mengembangkan produk kecantikan berbahan nanas dengan mengangkat potensi lokal Blitar. Ide tersebut dapat dikembangkan menjadi produk seperti body lotion atau masker berbahan nanas.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut Mash Moshem Indonesia turut menghadirkan salah satu klien brand kosmetik lokal asal Jember. Brand tersebut menjadi contoh perjalanan bisnis yang berhasil mencatat penjualan hingga satu juta pcs untuk satu SKU, dengan omzet stabil di kisaran Rp60 miliar hingga Rp100 miliar. Identitas brand klien tersebut tidak diungkapkan.
Pengalaman itu dibagikan sebagai bagian dari pembelajaran mengenai pengembangan bisnis kosmetik lokal, mulai dari membangun identitas produk hingga memperluas pasar.
Filia berharap kolaborasi dengan para mitra dapat terus berkembang. Menurutnya, kemajuan brand, peningkatan penjualan, dan penguatan branding klien juga menjadi bagian dari pertumbuhan Mash Moshem Indonesia.
Melalui fasilitas Collaboration Hub dan berbagai bentuk pendampingan, perusahaan berharap dapat membangun ekosistem kolaborasi yang memungkinkan pelaku usaha saling mendukung dalam mengembangkan bisnis kosmetik.
Editor : Vidya Sajar Fitri