Pupuk Bersubsidi Tulungagung Tersalur 81,7 Persen, Masih Ada 8.774 Ton

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:45 WIB
Pupuk bersubsidi Tulungagung tersalur 39.263 ton atau 81,7 persen hingga Agustus 2026. Masih ada sekitar 8.774 ton dari alokasi.(rAHIQ AL BACHRI/RATU)
Pupuk bersubsidi Tulungagung tersalur 39.263 ton atau 81,7 persen hingga Agustus 2026. Masih ada sekitar 8.774 ton dari alokasi.(rAHIQ AL BACHRI/RATU)

TULUNGAGUNG - Penyaluran pupuk bersubsidi Tulungagung terus berjalan hingga Agustus 2026.

Dari total alokasi sekitar 48.037 ton untuk empat jenis pupuk, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 39.263 ton atau 81,7 persen.

Artinya, masih terdapat sekitar 8.774 ton pupuk bersubsidi yang belum tersalurkan dari total alokasi tersebut.

Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung terus memantau perkembangan penyaluran agar alokasi yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan petani.

Kepala Dispertan Tulungagung Suyanto mengatakan, capaian tersebut berdasarkan laporan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi periode Januari hingga Agustus. Secara keseluruhan, sebagian besar alokasi empat jenis pupuk telah tersalurkan.

“Secara keseluruhan telah tersalurkan sekitar 39.263 ton dari total alokasi 48.037 ton atau setara 81,7 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Irigasi Tulungagung Jadi Perhatian Petani, Kemarau Ancam Produktivitas Lahan

Empat jenis pupuk yang masuk dalam alokasi tersebut yakni Urea, Phonska, organik, dan ZA. Tingkat realisasi masing-masing pupuk berbeda mengikuti perkembangan penyaluran di lapangan.

Dari data yang dihimpun, Urea memiliki alokasi paling besar dibandingkan tiga jenis pupuk lainnya. Alokasi Urea mencapai sekitar 24.554 ton.

Hingga Agustus, penyaluran Urea tercatat sebanyak 19.482 ton atau mencapai 79,3 persen dari total alokasi. Dengan capaian tersebut, penyaluran Urea masih menyisakan alokasi yang belum tersalurkan.

Sementara itu, alokasi pupuk Phonska mencapai sekitar 22.736 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.194 ton telah tersalurkan atau mencapai 84,4 persen.

Pupuk organik mencatat persentase realisasi paling tinggi. Dari alokasi sekitar 418 ton, penyaluran telah mencapai 365,5 ton atau 87,4 persen.

Baca Juga: Pengelolaan Lahan Pertanian di Pucanglaban Tulungagung Didorong Lebih Produktif dan Berkelanjutan

Adapun pupuk ZA memiliki alokasi sekitar 328,6 ton. Hingga Agustus, realisasinya mencapai sekitar 221 ton atau sekitar 67,3 persen.

Perbedaan capaian tersebut menunjukkan tingkat penyaluran setiap jenis pupuk tidak sama. Selain berdasarkan jenis pupuk, perkembangan distribusi juga berbeda di masing-masing wilayah.

Secara kewilayahan, sejumlah kecamatan mencatat realisasi penyaluran cukup tinggi. Pucanglaban, misalnya, mencatat realisasi Urea sebesar 94,4 persen.

Untuk pupuk Phonska, realisasi di Pucanglaban bahkan mencapai 95,7 persen. Kecamatan Ngantru juga mencatat realisasi Phonska sebesar 95,5 persen.

Sementara itu, realisasi penyaluran Phonska di Boyolangu mencapai 94,3 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan distribusi pupuk bersubsidi di tingkat kecamatan.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Tulungagung Pertahankan 16.296 Hektare Kawasan Pertanian agar Tak Beralih Fungsi

Suyanto mengatakan, perbedaan realisasi antarkecamatan merupakan bagian dari perkembangan penyaluran di masing-masing wilayah.

Kebutuhan pupuk setiap kecamatan tidak selalu sama sehingga distribusinya mengikuti kondisi pertanian setempat.

“Kebutuhan pupuk setiap kecamatan tidak selalu sama. Karena itu, realisasi penyaluran juga mengikuti kebutuhan dan kondisi pertanian di masing-masing wilayah,” tuturnya.

Dengan realisasi yang telah mencapai 81,7 persen hingga Agustus, masih terdapat alokasi pupuk bersubsidi yang belum tersalurkan.

Dispertan Tulungagung terus memantau penyaluran agar sisa alokasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami akan terus memantau penyalurannya. Harapannya, alokasi yang sudah tersedia bisa terserap dan dimanfaatkan secara optimal oleh petani sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
phonska pupuk bersubsidi tulungagung ispertan tulungagung urea pupuk subsidi