Mas Dana 212 Loro Siji Loro Tekankan Keluarga Jadi Sekolah Pertama bagi Anak di Tulungagung

Mega Mustika Sari • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:56 WIB
Mas Dana, Ketua Umum 212 Loro Siji Loro – Rakyat Makmur Sejahtera, berfoto bersama setelah menyampaikan sosialisasi family parenting dalam kegiatan rutin Ibu PKK se-Kecamatan Pagerwojo di Balai Desa Segawe, Kamis (24/9).
Mas Dana, Ketua Umum 212 Loro Siji Loro – Rakyat Makmur Sejahtera, berfoto bersama setelah menyampaikan sosialisasi family parenting dalam kegiatan rutin Ibu PKK se-Kecamatan Pagerwojo di Balai Desa Segawe, Kamis (24/9).

 

RADAR TULUNGAGUNG – Keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk belajar dan membentuk karakter. Peran tersebut menjadi perhatian Rahmat Putra Perdana, S.Pd., S.T. atau akrab disapa Mas Dana, Ketua Umum 212 Loro Siji Loro – Rakyat Makmur Sejahtera, saat menyampaikan sosialisasi family parenting dalam kegiatan rutin Ibu PKK se-Kecamatan Pagerwojo di Balai Desa Segawe, Kamis (24/9).

 

Di hadapan jajaran penggerak PKK dan para ibu dari desa-desa se-Kecamatan Pagerwojo, Mas Dana menyampaikan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik maupun pendidikan formal. Lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana anak belajar mengenal kehidupan sejak usia dini.

 

“Anak tidak hanya tumbuh karena makanan dan pendidikan formal. Anak juga tumbuh dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dicontoh dari lingkungan keluarganya,” ungkap Mas Dana.

 

Menurutnya, perhatian orang tua menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kasih sayang, komunikasi, keteladanan, hingga suasana yang dibangun di rumah menjadi pengalaman yang terus direkam oleh anak.

 

Karena itu, orang tua perlu menyadari bahwa setiap perilaku yang ditunjukkan di hadapan anak dapat menjadi bagian dari proses pendidikan. Termasuk ketika memberikan teguran, penghargaan, menyelesaikan persoalan maupun berkomunikasi dengan anggota keluarga lainnya.

 

Mas Dana mengajak para orang tua untuk tidak hanya berfokus pada bagaimana membuat anak menjadi pribadi yang baik. Sebaliknya, orang tua juga perlu melakukan refleksi terhadap diri sendiri dan melihat sejauh mana telah memberikan contoh yang baik bagi anak.

 

“Orang tua tidak cukup hanya meminta anak menjadi baik. Orang tua juga perlu bertanya kepada dirinya sendiri, sudahkah kita menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita?” tuturnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Mas Dana juga menekankan pentingnya pendampingan sejak dini. Persoalan yang muncul pada anak sebaiknya tidak menjadi satu-satunya momentum bagi orang tua untuk memberikan perhatian. Pendampingan justru perlu dibangun melalui komunikasi dan keterlibatan orang tua dalam keseharian.

 

Menurut dia, pola asuh yang diterapkan saat ini dapat menjadi bagian dari proses pembentukan anak di masa mendatang. Karena itu, keluarga perlu menjadi tempat yang memberikan rasa aman, kasih sayang, komunikasi sehat, sekaligus keteladanan.

 

Di penghujung materi, Mas Dana mengajak peserta melakukan refleksi terhadap kehidupan keluarga masing-masing. Refleksi tersebut bukan untuk mencari pihak yang salah, melainkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki pola komunikasi dan hubungan antara orang tua dengan anak.

 

Ia berharap pesan tersebut tidak berhenti dalam forum PKK. Para peserta dapat membawa pulang pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di lingkungan keluarga masing-masing.

 

Sebab, menurut Mas Dana, perubahan di tengah masyarakat dapat dimulai dari lingkungan paling kecil. Ketika keluarga memiliki perhatian terhadap tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak, maka keluarga dapat turut menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang lebih kuat.

 

Sosialisasi family parenting tersebut menjadi salah satu agenda dalam kegiatan rutin Ibu PKK se-Kecamatan Pagerwojo. Selain materi pengasuhan keluarga, kegiatan juga diisi dengan informasi mengenai UMKM serta program KUA Kecamatan Pagerwojo.

Editor : Sandy Sri Yuwana
212 rakyat makmur sejahtera loro siji loro mas dana tulungagung