Ilmu Tenang, Ternyata Ini Kunci Sukses Byzoe hingga Beromzet Rp 60–100 Miliar

Dhiyah Ayu Nur Rahmawati • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:32 WIB
Bagi Zoevana Anandra Putri, kemampuan menjaga ketenangan menjadi bekal penting ketika bisnis menghadapi tekanan.(MASH MOSHEM UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)
Bagi Zoevana Anandra Putri, kemampuan menjaga ketenangan menjadi bekal penting ketika bisnis menghadapi tekanan.(MASH MOSHEM UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Membangun bisnis tidak selalu soal seberapa cepat penjualan naik. Bagi Zoevana Anandra Putri, Founder dan CEO PT Zoe Lancar Barokah yang menaungi brand kosmetik Byzoe, kemampuan menjaga ketenangan justru menjadi bekal penting ketika bisnis menghadapi tekanan.

Perempuan asal Jember, Jawa Timur, itu membagikan pengalamannya saat hadir dalam seminar Business Mindset: The Next Growth 2027, Membaca Arah Pasar, Membangun Brand, Menangkap Peluang di Tulungagung, Selasa (22/9/2026).

Perjalanan Byzoe menunjukkan bahwa bisnis bisa mengalami fase sulit sebelum berkembang. Brand kosmetik yang dirintis sejak 2022 tersebut kini mencatat omzet di kisaran Rp60–100 miliar.

Menurut Zoevana, salah satu hal yang perlu dimiliki pengusaha ketika menghadapi penurunan penjualan adalah kemampuan untuk tetap tenang. Kondisi pasar yang berubah cepat tidak selalu bisa dihadapi dengan keputusan tergesa-gesa.

Bukan Panik, Tapi Membaca Situasi

Zoevana menyebut pengusaha perlu memiliki apa yang ia sebut sebagai “ilmu tenang”. Prinsip tersebut berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri ketika bisnis sedang berada dalam tekanan.

Saat penjualan turun atau kondisi pasar berubah, pengusaha perlu mengambil jeda untuk membaca situasi. Dari sana, keputusan bisnis bisa dibuat berdasarkan kondisi yang sebenarnya, bukan sekadar kepanikan.

Pengalaman tersebut juga pernah dirasakan Zoevana ketika Byzoe menghadapi perubahan pada platform penjualan. Situasi itu membuat bisnis harus mencari cara lain agar tetap bisa menjangkau konsumen.

Alih-alih berhenti, Zoevana mencoba memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk kembali mengenalkan produknya kepada pasar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Byzoe membaca perubahan perilaku konsumen. Sebab, cara masyarakat mencari informasi produk dan melakukan pembelian terus mengalami perubahan.

Bagi Zoevana, pengusaha tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus. Pemilik bisnis juga harus memahami bagaimana konsumen menemukan, mengenal, kemudian mempercayai sebuah brand.

Kepercayaan Konsumen Jadi Modal

Selain kemampuan beradaptasi, Zoevana menempatkan kepercayaan konsumen sebagai bagian penting dalam membangun Byzoe.

Ia menilai informasi mengenai produk harus disampaikan secara jujur. Klaim yang diberikan kepada konsumen juga tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan kandungan maupun fungsi produk.

Kepercayaan tersebut kemudian dapat terlihat dari konsumen yang kembali melakukan pembelian.

Byzoe sendiri memiliki sejumlah produk kosmetik, di antaranya Face Peeling Mask, Moisturizing Sunscreen, Platinum Glow Jelly Booster, hingga Retinal Treatment Whitening.

Dalam perjalanannya, bisnis tersebut juga berkembang dengan melibatkan sekitar 50 karyawan. Mayoritas di antaranya merupakan warga sekitar tempat tinggal Zoevana.

Bagi Zoevana, mempertahankan keberlangsungan usaha juga berarti menjaga keberlangsungan pekerjaan orang-orang yang bergantung pada bisnis tersebut.

Karena itu, ketika menghadapi masa sulit, keputusan tidak hanya dipandang dari sisi angka penjualan. Ada karyawan dan keberlangsungan usaha yang ikut menjadi pertimbangan.

Helmi Yahya: Bisnis Harus Ikuti Perubahan

Seminar tersebut juga menghadirkan Helmi Yahya sebagai coach dan praktisi bisnis nasional. Ia menyoroti pentingnya kemampuan pelaku usaha dalam membaca perubahan zaman.

Menurut Helmi, banyak bisnis yang menghadapi masalah bukan hanya karena kualitas produknya, tetapi juga karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.

Karena itu, pelaku usaha perlu terus belajar dan berkembang. Perubahan perilaku konsumen, teknologi, serta pola pemasaran harus menjadi bagian dari pertimbangan ketika menyusun strategi bisnis.

Helmi juga mendorong pelaku usaha daerah untuk membangun brand yang kuat dan menjadi local hero. Dengan begitu, produk lokal tidak hanya dikenal di wilayah asalnya, tetapi memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengalaman Zoevana bersama Byzoe menjadi salah satu contoh bahwa perjalanan bisnis tidak selalu berjalan lurus. Ada fase ketika penjualan turun, strategi harus diubah, dan pengusaha dituntut mengambil keputusan dalam situasi penuh tekanan.

Di tengah kondisi tersebut, “ilmu tenang” yang dibagikan Zoevana menjadi prinsip untuk menghadapi perubahan tanpa terburu-buru mengambil keputusan. Setelah mampu membaca keadaan, barulah strategi disusun kembali mengikuti kebutuhan pasar.

Editor : Vidya Sajar Fitri
byzoe kunci sukses ilmu tenang kosmetik