SPPG Tanjungsari 1 Tulungagung Dihentikan 20 Hari, BGN Evaluasi Menu hingga Distribusi MBG

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:21 WIB
SPPG Tanjungsari 1 Tulungagung dihentikan 20 hari. BGN mengevaluasi menu, pengolahan, SOP, hingga distribusi MBG.
SPPG Tanjungsari 1 Tulungagung dihentikan 20 hari. BGN mengevaluasi menu, pengolahan, SOP, hingga distribusi MBG.

TULUNGAGUNG - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, Kecamatan Boyolangu, dihentikan sementara selama 20 hari. Badan Gizi Nasional (BGN) memanfaatkan masa tersebut untuk melakukan evaluasi dan pembinaan setelah 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami keluhan gangguan pencernaan.

Selama penghentian, SPPG Tanjungsari 1 tidak melakukan produksi maupun distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelayanan, mulai dari pengolahan bahan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat, berjalan sesuai standar.

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Habibi mengatakan penghentian dilakukan setelah pihaknya menerima laporan keluhan kesehatan dari penerima manfaat di SMKN 1 Boyolangu.

"Saat ini operasional SPPG Tanjungsari 1 sudah dihentikan sementara. Tidak ada lagi aktivitas produksi maupun distribusi MBG selama masa pembinaan," katanya.

Baca Juga: Akademisi Soroti Tata Kelola SPPG Usai Kasus Pegawai Positif Sabu di Tulungagung

Menurut Habibi, evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap operasional dapur SPPG. BGN melakukan monitoring sekaligus meninjau kembali standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan.

Sejumlah tahapan menjadi perhatian, termasuk proses produksi, pengolahan bahan makanan, penyusunan menu, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Menu yang disajikan saat munculnya keluhan kesehatan juga menjadi bagian dari evaluasi. Saat itu, penerima manfaat mendapatkan menu berupa ayam bakar, sambal, dan buah anggur.

BGN menilai kombinasi menu tersebut perlu dikaji kembali, terutama dari sisi keamanan dan kesesuaian konsumsi bagi penerima manfaat.

"Menu seperti itu berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, kami evaluasi agar penyusunan menu lebih memperhatikan faktor keamanan dan kesesuaian konsumsi," jelasnya.

Baca Juga: Keluhan Siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Capai 189 Kasus, SPPG Tanjungsari Diklaim Ber-SLHS

Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu belum dapat dipastikan. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung sebelumnya mencatat 198 siswa dan guru mengalami keluhan gangguan pencernaan berdasarkan hasil surveilans epidemiologi.

Sampel makanan yang dikonsumsi saat kejadian juga telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk diperiksa. Hasil pengujian diperkirakan keluar sekitar dua pekan.

Karena itu, penghentian operasional SPPG Tanjungsari 1 selama 20 hari menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum pelayanan kembali berjalan. BGN tidak hanya mengevaluasi menu, tetapi juga keseluruhan tahapan penyediaan MBG di dapur tersebut.(sri)

Editor : Vidya Sajar Fitri
mbg tulungagung sppg tanjungsari 1 BGN SMKN 1 Boyolangu gangguan pencernaan