TULUNGAGUNG - Jumlah peternak ayam di Tulungagung disebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga ayam menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat tertarik menekuni maupun mengembangkan usaha peternakan tersebut.
Gambaran perkembangan itu terlihat dari pendataan peternak yang masuk dalam pengajuan program subsidi jagung pemerintah. Sebanyak 433 peternak ayam tercatat mengajukan subsidi dalam dua tahap.
Kabid Prasarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung Okky Anjas Asmoro mengatakan, jumlah peternak tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau dari tahun kemarin itu ada peningkatan,” ujarnya.
Menurut Okky, kondisi harga ayam menjadi salah satu faktor yang turut mendorong perkembangan usaha peternakan ayam. Harga yang terus mengalami kenaikan dinilai membuat masyarakat semakin tertarik menjalankan usaha tersebut.
Baca Juga: Apa Saja Peluang Usaha di Sektor Pertanian untuk Generasi Muda? Dari Greenhouse hingga Peternakan
“Tahun kemarin jelas peningkatan. Karena harga jauh terus naik terus,” jelasnya.
Dalam program subsidi jagung pemerintah, terdapat 307 peternak yang masuk dalam pengajuan tahap pertama. Sementara pada tahap kedua terdapat 126 peternak lainnya.
Jika digabungkan, terdapat 433 pengajuan peternak ayam dalam dua tahap tersebut. Namun, angka itu tidak dapat digunakan untuk menyebut jumlah keseluruhan peternak ayam yang ada di Tulungagung.
“Karena ada dua tahap pengajuan, pertama ini 307, tahap kedua ini 126. Itu total peternak ayam yang mengajukan,” katanya.
Data tersebut secara khusus menunjukkan peternak yang masuk dalam pengajuan subsidi jagung pemerintah. Masih diperlukan data pembanding yang mencakup seluruh peternak untuk mengetahui secara pasti besaran pertumbuhan jumlah peternak ayam di Tulungagung.
Baca Juga: Kena PHK Saat Covid-19, Prazha Bangkit dari Peternakan Ayam hingga Kini Pelihara 10.000 Ekor
Okky mengatakan, peternak ayam di Tulungagung memiliki skala usaha yang beragam. Mulai dari peternak mikro, kecil, sedang, menengah, hingga skala besar.
Perbedaan skala usaha tersebut salah satunya dilihat dari jumlah populasi ayam yang dipelihara masing-masing peternak. Karena itu, jumlah pengajuan subsidi tidak serta-merta menggambarkan besarnya populasi ayam yang ada di Tulungagung.
“Ada beberapa peternak. Ada yang mikro, kecil, sedang, menengah,” terangnya.
Bertambahnya pengajuan subsidi menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitas usaha peternakan ayam masih berkembang. Kondisi harga ayam yang meningkat juga disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat untuk masuk maupun mengembangkan usaha tersebut.
Meski demikian, pertumbuhan jumlah peternak dibandingkan tahun sebelumnya belum dapat dihitung secara rinci berdasarkan data pengajuan subsidi. Sebab, 433 peternak tersebut merupakan data khusus peserta pengajuan subsidi jagung dan belum mencakup seluruh peternak ayam di Tulungagung.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri