RADAR TULUNGAGUNG – Membiasakan siswa berbicara bahasa Inggris tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas. Keberanian untuk mempraktikkan percakapan secara langsung menjadi salah satu kunci.
Hal inilah yang dikembangkan SMP Islam Al Hidayah Samir, Kecamatan Ngunut, melalui kegiatan Let’s Speak English bersama Mr. Jeff Horizon dari Australia, Sabtu (10/10).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Al Hidayah Samir tersebut mengusung tema Confidence and Friendship.
Sebanyak 120 siswa dilibatkan dalam upaya pengembangan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus melatih kepercayaan diri saat berkomunikasi.
Kepala SMP Islam Al Hidayah Samir, Hasanuddin, S.Pd.I., menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembiasaan berbahasa Inggris di lingkungan sekolah.
Kehadiran penutur asal Australia memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdialog secara langsung, mengajukan pertanyaan, hingga merespons percakapan menggunakan bahasa Inggris.
“Anak-anak bisa berdialog langsung, bertanya dan dijawab. Mereka juga berlatih bagaimana berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Utamanya untuk melatih keberanian,” jelasnya.
Menurut Hasanuddin, pembelajaran bahasa Inggris di sekolah tersebut telah dikembangkan secara intensif selama dua tahun terakhir. Sejumlah upaya dilakukan, termasuk mengirim siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di lembaga kursus bahasa Inggris serta mendatangkan pengajar dari luar untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung.
Kali ini, siswa mendapat kesempatan berlatih bersama penutur dari Australia yang berada di Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih komunikatif sekaligus membantu siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.
Hasanuddin mengakui, sebagian siswa masih merasa kurang percaya diri ketika harus berbicara menggunakan bahasa asing.
Padahal, menurutnya, kemampuan berbahasa akan berkembang melalui kebiasaan dan latihan yang berkelanjutan.
“Anak-anak sangat antusias, meskipun ada yang masih belum percaya diri. Sebenarnya bahasa itu pembiasaan. Kalau sudah terbiasa, insya Allah akan lancar. Yang perlu dibangun adalah keberanian karena bahasa Inggris bukan bahasa sehari-hari mereka,” ujarnya.
Ke depan, SMP Islam Al Hidayah Samir berencana meluncurkan program pembiasaan berbahasa Inggris di lingkungan sekolah, yang ditargetkan dapat dimulai pada semester mendatang.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk lebih sering mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris, bukan sekadar mempelajarinya secara teori.
Hasanuddin menambahkan, SMP Islam Al Hidayah Samir menjadi satu-satunya sekolah jenjang SMP di bawah naungan LP Ma’arif NU Tulungagung yang menggelar kegiatan pengembangan bahasa Inggris tersebut pada hari itu.
Melalui program berkelanjutan, sekolah berharap siswa semakin percaya diri, terampil berkomunikasi, dan memiliki wawasan yang lebih luas.
Pantauan di lokasi, antusiasme murid menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Para murid berkesempatan bercakap-cakap langsung dengan penutur asal Australia memberi pengalaman berbeda dari pembelajaran di kelas.
Bahasa Inggris yang biasanya dipelajari melalui buku dan materi pelajaran kini bisa dipraktikkan dalam percakapan nyata.
Meski sebagian siswa masih tampak ragu untuk memulai, kesempatan bertanya dan menjawab menjadi ruang untuk perlahan membangun keberanian. Dari proses sederhana itu, pembiasaan berbahasa Inggris diharapkan tumbuh menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Editor : Sandy Sri Yuwana