Progres Jembatan Junjung Tulungagung Capai 28,349 Persen, Lampaui Target 10,392 Poin

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 10:40 WIB
Pekerjaan pembangunan Jembatan Junjung di Kecamatan Sumbergempol terus berjalan. Hingga saat ini progres masih 17,9 persen.(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)
Pekerjaan pembangunan Jembatan Junjung di Kecamatan Sumbergempol terus berjalan. Hingga saat ini progres masih 17,9 persen.(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)

TULUNGAGUNG - Pembangunan Jembatan Junjung di Kecamatan Sumbergempol mencatat progres fisik 28,349 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 17,957 persen, dengan deviasi positif 10,392 poin persentase. Meski pengerjaan lebih cepat dari jadwal, sejumlah tahapan konstruksi masih harus diselesaikan sebelum jembatan dapat difungsikan kembali.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Junjung Wahyudiana mengatakan, capaian tersebut mengacu pada laporan mingguan pekerjaan.

“Progres fisik pembangunan sudah mencapai 28,349 persen, sedangkan target rencana 17,957 persen,” jelasnya.

Yudi, sapaan akrabnya, menyebut sejumlah pekerjaan utama, termasuk pengecoran bored pile dan abutmen, telah diselesaikan. Namun, pengerjaan tembok penahan jalan (TPJ) pada oprit sisi selatan, baik kanan maupun kiri, serta sisi utara bagian kiri masih berlangsung.

“Ketinggian tembok di sejumlah bagian baru mencapai sekitar setengah dari rencana. Sehingga harus segera dituntaskan,” tambahnya.

Baca Juga: Ancang-Ancang Tutup Jembatan Junjung Tulungagung, Rekonstruksi Lima Bulan Tinggal Tunggu Izin Kementerian

Penyelesaian tembok penahan menjadi salah satu tahapan yang masih dikebut dalam pembangunan Jembatan Junjung. Setelah itu, pekerjaan berlanjut pada pengurukan oprit atau jalan pendekat menuju jembatan.

Tahapan berikutnya adalah pemasangan balok girder untuk bentang sepanjang 35 meter. Menurut Yudi, pemasangan girder diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hari.

Durasi tersebut khusus untuk pekerjaan pemasangan girder, bukan perkiraan waktu penyelesaian seluruh pembangunan jembatan. Masih ada tahapan konstruksi lain yang perlu dituntaskan sebelum jembatan bisa digunakan.

Yudi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan sebelumnya, pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan jadwal, pekerjaan masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak ada keterlambatan dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga: Rekonstruksi Total Jembatan Junjung Senilai Rp 7 Miliar Molor, PUPR Tulungagung Masih Tunggu Izin Kementerian PU

Meski progres fisik telah melampaui target, Jembatan Junjung belum dapat difungsikan kembali. Penyelesaian konstruksi secara menyeluruh tetap menjadi syarat sebelum akses tersebut bisa digunakan masyarakat.

Yudi menegaskan, kondisi jembatan harus benar-benar memenuhi kebutuhan konstruksi sebelum dibuka untuk lalu lintas.

“Saat ini belum bisa difungsikan karena harus benar-benar sempurna konstruksinya,” ungkapnya.

Dia berharap pembangunan kembali Jembatan Junjung dapat diselesaikan sesuai jadwal. Dengan begitu, masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur memutar untuk menuju wilayah seberang sungai dapat kembali melintas dengan nyaman.

“Semoga bisa tuntas secepatnya,” tandasnya.

Sebagai informasi, Jembatan Junjung patah pada 2024. Peristiwa tersebut dipicu peningkatan debit air sungai yang menggerus tiang pancang bagian tengah. Kerusakan itu membuat masyarakat harus menggunakan jalur alternatif untuk menuju wilayah di seberang sungai.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
pembangunan jembatan junjung progres pembangunan sumbergempol Infrastruktur tulungagung jembatan junjung