Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terletak Di Atas Bukit, Inilah Kisah Candi Dadi Tulungagung

Mizanatul Muttaqin • 2024-02-21 21:45:00
Candi Dadi yang tidak memiliki tangga dan tidak berundak atau disebut bangunan candi tunggal.
Candi Dadi yang tidak memiliki tangga dan tidak berundak atau disebut bangunan candi tunggal.

TULUNGAGUNG - Candi Dadi adalah sebuah candi yang ada di perbukitan yang ada di daerah Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.

Candi yang belum diketahui pasti sejak kapan dibangunnya ini telah ada sejak masa kerajaan Majapahit ada.

Candi dadi terletak di wilayah dekat Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Candi Dadi sendiri terletak tepat di atas perbukitan.

Ketinggian untuk mencapai candi dadi ini sejauh 900 Mdpl. Candi yang terletak di atas bukit dengan pemandangan gunung wilis ini terletak di perbukitan tanah wilayah area kehutanan RPH kalidawir.

Candi Dadi sendiri terletak di Dusun Mojo Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Waktu tempuh dari Dusun Mojo untuk mencapai tempat dimana candi dadi berada kira-kira menbutuhkan waktu tempuh 50 menit dengan Jalan kaki sembari menikmati keindahan dan semilir angin yang ada di sekitaran bukit.

Dari area perbukitan tersebut kita juga dapat melihat keindahan kecamatan Boyolangu dari ketinggian.

Untuk bentuknya sendiri Candi Dadi memiliki bentuk bujursangkar dengan ukuran dan panjangnya 16 meter persegi secara sejajar, ukuran tinggi dari candi dadi sendiri berukuran 6,5 meter persegi.

Terbuat dari bebatuan adesit. Candi dadi merupakan candi tugal yang tidak memiliki tangga dan tidak berundak.

Dalam situs Bappeda, Candi Dadi sendiri di setiap sisinya memiliki bangunan batur candi yang tinggi dan setiap sisi dari batur tersebut memiliki dinding berpenampilan.

Bagian atas batur merupakan kaki candi yang berdenah segi delapan, pada permukaan tampak bekas tembok berpenampang bulat yang kemungkinan berfungsi sebagai sumuran. Diameter sumuran adalah 3,35 meter dengan kedalaman 3 meter.

Untuk Sejarah, candi dadi sudah ada sejak masa Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Hayam wuruk. Candi Dadi adalah salah satu dari karya arsitektural masa itu sekitar akhir abad XIV hingga akhir abad XV.

Pada masa tersebut kerajaan yang dipimpin oleh raja Hayam Wuruk mengalami kemunduran. Adanya candi dadi, dijadikan sebuah tempat pemujaan, tempat pengabungan dan tempat pembakaran jenazah pada masa Hindu-Budha.

Pengabungan pada masa tersebut Candi dadi hanya digunakan untuk pembakaran jenazah para petinggi-petinggi kerajaan atau orang-orang penting yang berasa di dalam awasan kerajaan pada masa tersebut.

Maka dari itu banyak masyarakat setempat yang percaya bahwa perbukitan yang di tempati Candi Dadi dan Candi Dadi itu sendiri adalah tempat yang wingit atau tempat yang Suci.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#tulungagung #boyolangu #kisah #candi dadi