TULUNGAGUNG - Para produsen tahu di Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, mendapat ilmu baru. Itu lantaran tim dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bekerja sama dengan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri beri penyuluhan kepada mereka.
Yakni tentang Inovasi Pemasaran di Era Digital dalam Mengoptimalkan Penjualan Tahu. Materi lain berjudul Nata de Whey sebagai Pangan Sehat.
Ada berbagai permasalahan yang mendasari kalangan akademisi menggelar penyuluhan pada Senin (12/8/2024) itu. Salah satunya, bagaimana memproduksi tahu yang higienis dan menarik konsumen serta tidak mengganggu lingkungan.
Hal lain yakni pemasaran produk masih secara tradisional. Demikian pula, dengan hasil samping produksi berupa limbah cair, belum dimanfaatkan agar mempunyai nilai lebih.
Ada sekitar 24 produsen tahu yang menjadi peserta dalam penyuluhan itu. Begitu juga dengan tim dari Unair Surabaya. Ada beberapa orang yang bertugas dalam pengabdian masyarakat (pengmas) di Kediri itu.
Di antaranya, Prof Dr apt Bambang Tri Purwanto MS (ketua); Prof apt Dewi Melani Hariyadi SSi MPhil PhD; Prof Dr apt Dwi Setyawan SSi MSi; Prof Dr apt Juni Ekowati MSi; Prof apt Dra Esti Hendradi MSi PhD; Dr apt Achmad Toto Poernomo MSi; Dr apt Tri Widiandani SSi SpFRS; apt Helmy Yusuf SSi MSc PhD; apt Firmansyah Ardian Ramadhani SFarm MFarm. Kemudian dari IIK Bhakti Wiyata Kediri, diketuai apt Anang Setyo Wiyono MFarm. Pada kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Akademik IIK Bhakti Wiyata Kediri, apt Ninis Yuliati SSi Mkes dan dihadiri oleh Manager Riset and Development IIK Bhakti Wiyata Prof. Dr. apt. Siswandono.
Nah, dalam penyuluhan itu, dibahas terkait Nata de Whey yang merupakan makanan siap saji. Yang dibuat dari bahan organik, tanpa bahan anorganik, dan mudah didapat di pasar lokal.
Selain limbah cair, hasil samping produksi tahu juga diperlukan kecambah, kacang hijau, gula, dan cuka. Kemudian untuk fermentasi digunakan Acetobacter xylinum yang bisa didapat secara online.
Pembuatan Nata De Whey sangat mudah, tetapi diperlukan waktu fermentasi selama 7 sampai 14 hari. Dari 1 liter limbah cair produksi tahu dapat dihasilkan 0,2-0,3 kilogram Nata De Whey. Nata De Whey tidak hanya bermanfaat sebagai sumber serat makanan yang bermanfaat untuk pencernaan, tetapi juga mengandung kalori tinggi.
Kepala Desa (Kades) Karanganyar, Kardiyanto berpendapat, permasalahan limbah yang sampai sekarang sulit terpecahkan adalah limbah cair. Dia menyebutkan bahwa sudah banyak akademisi yang masuk ke Desa Karanganyar untuk membantu menyelesaikan masalah ini, tapi masih belum menemukan solusi yang bisa diaplikasikan.
"Dengan terlaksananya kegiatan ini, dia berharap dengan inovasi produk baru memanfaatkan hasil samping atau limbah cair menjadi Nata de Whey mampu mengurai permasalahan limbah cair yang selama ini masih belum mendapatkan solusi," ujarnya.
Salah satu peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, mendapat wawasan baru untuk menambah inovasi produknya, serta inovasi dalam hal pemasaran.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra