Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

TMMD ke-123 Sosialisasi ke Warga, Genjot Produksi dan Kualitas Tani-Ternak di Tulungagung

Aditya Yuda Setya Putra • Rabu, 26 Februari 2025 | 16:03 WIB
Narasumber memaparkan materi dalam sosialisasi bagi peternak-petani di agenda TMMD ke-123.
Narasumber memaparkan materi dalam sosialisasi bagi peternak-petani di agenda TMMD ke-123.

Peningkatan produksi pertanian dan peternakan jadi perhatian jajaran TNI dan Pemkab Tulungagung. Itu sebabnya sosialisasi bagi peternak dan petani di Sendang jadi agenda utama di TMMD ke-123, Selasa (25/2) pagi.

Ada dua narasumber yang dihadirkan di agenda yang digelar di kantor Desa Nglurup itu kemarin. Yaitu, perwakilan dari Dinas Pertanian Tulungagung dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung.

"Sendang ini kan untuk pertanian yang terbesar adalah peternakan. Hampir 90 persen masyarakat berkecimpung di peternakan, terutama sapi perah. Salah satu materi yang kita sampaikan nanti adalah tentang pemanfaatan limbah kotoran ternak untuk dijadikan pupuk pertanian," sebut Penyuluh Dinas Pertanian Tulungagung, Triono.

Baca Juga: TMMD ke-123 di Tulungagung Menyasar Banyak Titik, Sinergi Pemkab dan Korem 081/DSJ

Dia mengungkapkan, Kecamatan Sendang punya potensi besar, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Hal ini yang perlu digenjot untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan juga meningkat.

"Jadi kita akan mengajak untuk bapak-bapak ini agar bagaimana caranya mereka mau memanfaatkan limbah daripada terbuang, menimbulkan pencemaran. Kita ajak untuk memanfaatkan dijadikan pupuk di bidang pertanian," bebernya.

Kepala Bidang Prasarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung, Okky Anjas Asmoro menerangkan, biosecurity jadi poin penting dalam kegiatan pertanian. Sebab, hal itu berkaitan langsung dengan kesehatan dan tingkat produktivitas.

"Biosecurity itu kan kunci utama dalam beternak. Karena dengan biosecurity yang terjaga, otomatis ternak sehat dan ternak sehat otomatis menghasilkan produk yang maksimal," katanya.

Dia mengungkapkan, ada berbagai poin yang dia sampaikan dalam sosialisasi kemarin. Mulai dari pengenalan penyakit pada hewan, pencegahan, hingga penanganan.

"Misalnya tentang antraks, terus tentang yang menular ke manusia, termasuk rabies. Dan menular tidak zoonosis itu PMK yang datang kembali," ucap Okky.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Makin “Pedas”, Dinas Pertanian Tulungagung Akui Sulit Prediksi Faktor Cuaca

Wijianto, salah seorang peserta sosialisasi mengaku banyak mendapat wawasan baru dari kegiatan ini. Termasuk pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak dan pemanfaatan pupuk kandang.

"Alhamdulillah sampai sekarang selain dari dinas, dari pihak koperasi sendiri, ada sosialisasi (lagi, Red)," jelasnya.

Warga Desa Nglurup ini berharap agar kegiatan serupa digelar secara berkala dengan intensif. Sehingga, para petani-peternak di Kecamatan Sendang bisa meningkatkan produksi dari kegiatan bercocok tanam dan beternak.

"Harapannya ya semua desa bisa menerima. Bisa antisipasi semua apa gejala-gejala yang ada. Termasuk penyemprotan kandang itu secara serentak," tandasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#pertanian tulungagung #tulungagung #berita tulungagung #peternakan tulungagung #Kecamatan Sendang #TMMD tulungagung