TULUNGAGUNG- Para pekerja Dam Majan bisa bernapas lega.
Pasalnya, mereka bakal lolos dari efisiensi yang sekarang sedang diterapkan pemerintah pusat
Padahal, di beberapa daerah di Indonesia, para petugas penjaga dam terdampak efisiensi dari pemerintah.
Banyak para petugas penjaga pintu air di beberapa daerah dirumahkan secara tiba-tiba.
Hal tersebut merupakan salah satu dampak efisiensi hingga beberapa karyawan diberhentikan dari pekerjaannya.
Hamdani, operator pintu air di Dam Majan, menjelaskan bahwa tidak ada informasi terkait efisiensi tersebut di kantornya.
Menurut dia, efisiensi terjadi untuk para karyawan yang tugasnya sudah tidak diperlukan lagi.
Yakni, bentuk tugas dan pekerjaannya sehingga tidak pada pengurangan pekerja.
"Ya bagi saya ikut apa kata pimpinan. Semoga tidak ada efisiensi karyawan seperti di kota-kota lain tersebut," terangnya.
Hamdani menambahkan, pekerja di Dam Majan ada beberapa orang.
Tiga orang merupakan karyawan tetap Perum Jasa Tirta 1.
Mereka bekerja sebagai pengendali banjir di area kota Tulungagung.
Sementara lainnya merupakan karyawan kontrak yang terdiri dari petugas keamanan dan kebersihan di pumping station Dam Majan tersebut.
Di sisi lain, Dam Majan merupakan salah satu tempat yang sering menjadi jujukan masyarakat di sekitar Tulungagung.
Banyak yang datang ke dam tersebut sekadar untuk nyantai.
Mereka ada yang mancing atau ngopi di warung-warung di sekitarnya.
Ada juga yang datang untuk sekadar nyore.
"Di sini udaranya sejuk, pas untuk menenangkan hati sambil melihat aliran air yang deras," kata salah satu pengunjung di Dam Majan, kemarin.(mg2/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri