PAGERWOJO, Radar Tulungagung – Kondisi jalan Jati Growong di Dusun Krajan, Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, semakin mengkhawatirkan. Ditambah setelah mengalami longsor pada November lalu.
Hingga kini, belum ada tindak lanjut secara konkret dari pihak terkait. Padahal jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo serta menjadi jalur vital perekonomian warga.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbang) Pagerwojo, Kepala Desa Samar, Rubik Astono mendesak kepastian dari pemerintah mengenai perbaikan jalan tersebut. Pasalnya keberlanjutan infrastruktur ini harus menjadi prioritas karena dampaknya sangat besar bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Penjaga Dam Majan Tulungagung Tersenyum, Potensi Pengurangan Pekerja Menipis
"Saya sudah menanyakan langsung saat Musrenbang kecamatan, dan harapan saya ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan. Dari informasi yang disampaikan perwakilan Bappeda, jalan ini masuk dalam agenda perbaikan tahun ini. Namun, hingga kini belum ada realisasi yang jelas," jelasnya kemarin (26/02).
Ancaman kerusakan berpotensi semakin parah, kondisi jalan yang terus memburuk berpotensi menimbulkan dampak lebih besar jika tidak segera ditangani.
Intensitas hujan yang tinggi serta lalu lintas kendaraan bermuatan berat dari hasil pertanian dan peternakan di wilayah tersebut semakin memperparah kerusakan.
Baca Juga: Keselamatan Pemudik Lebaran 2025 Prioritas Utama, BMKG Pasang DMS di Jalan Tol
"Jangan sampai nanti ada kejadian fatal, baru ada tindakan. Apalagi ini jalan satu-satunya yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, akan semakin sulit dilalui dan menghambat distribusi hasil pertanian serta peternakan, terutama susu sapi yang menjadi andalan ekonomi warga Pagerwojo," ucapnya.
Rubik juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk memastikan perbaikan jalan ini segera direalisasikan.
Menurutnya, Desa Samar sudah mengajukan usulan prioritas ke tingkat kecamatan, dan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta perwakilan legislatif.
Baca Juga: Jadi Sentra Produksi Pakaian Dalam, Desa di Tulungagung ini Punya Ikon Galeri Kutang!
"Kami hanya bisa mengusulkan dan terus berkoordinasi. Yang memiliki kewenangan adalah PUPR. Maka dari itu, kami mendesak agar ada kepastian dan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Jangan sampai jalan ini viral dulu baru ada langkah konkret," paparnya.
Dengan adanya perubahan pimpinan baru, dia berharap, bahwasannya perhatian soal infrastruktur di desa ini harus menjadi perhatian kepemimpinan di pemerintahan daerah kabupaten Tulungagung.
"Kami percaya pemimpin yang baru akan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga perbaikan jalan ini tidak lagi tertunda, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
Masyarakat Pagerwojo kini menunggu janji pemerintah untuk segera merealisasikan perbaikan jalan ini.
Baca Juga: Awal Ramadhan Hujan Deras Mengguyur Beberapa Daerah di Indonesia? Begini Prakiraan Cuaca dari BMKG
Dengan kondisi yang semakin memburuk, kepastian tindakan nyata menjadi kebutuhan mendesak sebelum terjadi dampak yang lebih besar.(RIN)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz