Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Koperasi Syariah Bergeliat, Akankah Sektor Ekonomi di Tulungagung Selamat?

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 3 Maret 2025 | 02:46 WIB
Ilustrasi koperasi.(deepai.org)
Ilustrasi koperasi.(deepai.org)

Meski ada ratusan unit koperasi di Tulungagung yang akan dibubarkan tahun ini, Dekopinda Tulungagung mengeklaim bahwa ekonomi masih akan tumbuh subur. Itu tak lepas dari geliat puluhan koperasi syariah (kopsyah) yang muncuk sejak 1996 lalu.

Ketua Dekopinda Tulungagung, Nyadin mengaku menyayangkan adanya ratusan koperasi yang harus tumbang. Di sisi lain, dia juga mengaku wajar, mengingat koperasi yang dibubarkan adalah unit yang sudah terbilang “uzur”.

Baca Juga: 201 Unit Koperasi di Tulungagung Bakal Dibubarkan Tahun Ini, Dekopinda: Itu Konsekuensi Logis

“Di samping sekian ratus koperasi itu yang dulu tumbang, koperasi syariah sedang menggeliat tumbuh,” sebutnya.

Hal ini dibuktikan dengan munculnya puluhan unit kopsyah yang terus muncul sejak periode 1996 lalu. Tak hanya jenis kopsyah umum, kopsyah yang baru muncul terbilang bervariasi.

“Misal koperasi syariah BMT, koperasi syariahBTN, koperasi syariah wanita, koperasi syariah umum, koperasi syariah serba usaha, dan koperasi syariah pondok pesantren. Jumlahnya ya lumayan, 40-an (unit, Red) lah,” jelasnya.

Dia menambahkan, hal ini mengindikasikan ada pergeseran sistem keuangan di tengah masyarakat. yaitu, dari sistem keuangan konvensional ke syariah. Hal ini juga juga disebut sebagi salah satu potensi untuk menggenjot ekonomi daerah.

Baca Juga: Dekopinda Tulungagung Buka Suara Soal Banyaknya Koperasi Kesulitan Modal

“Bahwa masyarakat sudah mulai menjadikan lembaha keuangan syariah sebagai opsi lembaga  keuangan alternatif. Jadi, sekarang ini nge-trend,” sebutnya.

Dia berharap agar hal ini bisa terus bertahan agar ke depan masyarakat makin mudah dalam mengakses lembaga keuangan berbasis syariah. Baik untuk kebutuhan permodalan atau kebutuhan lain.

“Menjadi alternatif bagi masyarakat yang saat ini sedang meragukan sistem bunga. Tak ada pinjaman (di kopsyah, Red). Adanya pembiayaan. Kalau pembiayaan mesti ada jenis-jenisnya,” kata dia.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#koperasi tulungagung #dekopinda tulungagung #tulungagung #berita tulungagung #Pemkab Tulungagung