Radar Tulungagung - Tulungagung, yang terkenal dengan pantai dan keindahan alamnya, juga menyimpan beragam peninggalan sejarah yang menarik untuk dieksplorasi.
Salah satu tempat yang menjadi saksi bisu peradaban masa lalu adalah Candi Dadi.
Berlokasi di puncak bukit di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, candi ini merupakan salah satu peninggalan dari masa Kerajaan Majapahit yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemar sejarah dan pecinta wisata alam.
Sejarah dan Keunikan Candi Dadi
Candi Dadi diperkirakan dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Berbeda dengan candi-candi lainnya yang biasanya dihiasi arca atau relief, Candi Dadi memiliki desain yang sederhana, berupa struktur batu besar yang menyerupai punden berundak.
Hingga saat ini, belum banyak bukti sejarah yang secara rinci menjelaskan fungsi dan tujuan spesifik dari pembangunan candi ini, namun banyak yang meyakini bahwa Candi Dadi dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan atau sebagai lokasi untuk ritual keagamaan.
Keberadaannya yang terletak di atas bukit menambah daya tarik Candi Dadi.
Umumnya, candi-candi yang berada di lokasi tinggi memiliki nilai spiritual yang signifikan bagi masyarakat sekitarnya.
Nama "Dadi" dalam bahasa Jawa bermakna "jadi" atau "terwujud," yang mungkin mengacu pada fungsi candi ini sebagai tempat untuk memohon berkat atau mencapai keberhasilan.
Menikmati Keindahan Alam dari Puncak Bukit
Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, lokasi Candi Dadi juga menawarkan pemandangan alam yang memukau.
Untuk mencapai candi ini, pengunjung harus mendaki bukit yang cukup menantang, namun semua usaha tersebut akan terbayar ketika tiba di puncak.
Dari ketinggian tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama alam Tulungagung yang hijau dan luas, terutama saat matahari terbit atau terbenam.
Keindahan ini menjadikan Candi Dadi sebagai destinasi ideal bagi siapa pun yang mencari ketenangan dan kedamaian, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota.
Akses Menuju Candi Dadi
Menuju Candi Dadi dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan pribadi hingga kaki bukit, lalu dilanjutkan dengan trekking selama sekitar 30-45 menit.
Jalur pendakian cukup menantang, namun tidak terlalu sulit untuk pendaki pemula.
Bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman bersejarah sambil menikmati suasana alam yang segar, Candi Dadi adalah pilihan yang tepat.
Menghargai Warisan Budaya
Sebagai salah satu peninggalan bersejarah, Candi Dadi memiliki peranan penting dalam sejarah dan budaya Tulungagung.
Mengunjungi candi ini tidak hanya memberikan wawasan tentang peradaban Majapahit, tetapi juga mengajak kita untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya yang ada.
Jika kamu cinta pada sejarah atau sekadar ingin menikmati suasana alam sambil belajar tentang masa lalu, Candi Dadi adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Selain menyajikan pemandangan yang mempesona, tempat ini juga menyimpan cerita dan nilai spiritual yang mendalam.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz