Ada banyak sektor yang jadi perhatian kepala daerah baru di tahun ini. Termasuk peningkatan ekonomi dari berbagai sektor. Hal ini akan coba digenjot meski pemkab juga terdampak efisiensi anggaran di tingkat pusat.
Ditemui awak media usai apel besar di halaman kantor bupati Tulungagung, Senin (3/3) pagi, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengungkapkan, ada banyak poin yang disampaikan dalam agenda retreat kepala daerah pada 21-28 Februari lalu.
Salah satunya adalah mewajibkan kepala daerah untuk memastikan seluruh unsur pemerintahan di tingkat provinsi dan kota/kabupaten selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Termasuk dalam hal efisiensi anggaran.
“Dan itu sudah saya sampaikan kepada staf saya. Agar bisa ditindaklanjuti secepat-cepatnya. Karena pemerintahan kita harus tegak lurus, harus bersinergi dengan pemerintah pusat,” tegasnya.
Meski begitu, dia menilai ada banyak potensi daerah yang masih bisa digali untuk menggenjot ekonomi masyarakat. Di mana hal ini juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), meski jumlahnya kini masih minim.
“Faktanya memang seperti itu. Ini tugas kita bersama untuk mengawal. Untuk 100 hari pertama ini kan karena ada keterbatasan anggaran, utamanya skala prioritas, yaitu di sarana prasarana itu jalan,” terangnya.
Menurut dia, ada beberapa bidang yang bisa dimaksimalkan.Salah satunya adalah sektor pariwisata dan parkir diprediksi masih bisa digenjot lebih.
Itu sebabnya, dia bakal membuat pemabahasan khsusus dengan kepala OPD terkait dan legislatif untuk membahas rencana menggenjot sektor ekonomi.
“2023 parkir kita kan PAD-nya tinggi. Hampir Rp 9 miliar. Tentunya itu nanti dengan tanpa menabrak aturan dan undang-undang, kalau nanti diperbolehkan ya kita kembalikan lagi parkir itu ke semula karena kita butuh PAD yang sangat banyak,” kata Gatut.
Itu artinya, ada kemungkinan pemkab akan bakal kembali menerapkan sistem parkir berlangganan bagi para pelanggan. Tapi, adanya kendala dalam sistem ini juga akan jadi poin penting untuk dibahas nanti.
Disinggung soal waktu boyongan ke pendapa, Gatut mengungkapkan bahwa hal ini masih dibahas lebih lanjut. Lalu, dia juga mengaku tak keberatan dengan mobil dinas yang ada saat ini.
“Kita ini kan orang Mataraman. Tentunya golekne dino sing apik (cari hari baik, Red) lah. Sementara kita pakai (mobil dinas, Red) ini dulu,” terangnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra