TULUNGAGUNG - Seratus pedagang dan UMKM di Tulungagung akhirnya memilih area di sekitar anjungan Kali Ngrowo, Jalan WR Supratman, untuk menggelar dagangan selama Ramadan.
Padahal, awalnya mereka membidik di area Pasar Sore Lama atau Jalan Pangeran Antasari untuk menggelar pasar takjil yang akhirnya urung terealisasi.
Pasar takjil tersebut pun bertajuk Sentra Varian Takjil Nusantara (Savana).
Abdul Aziz, ketua koordinator Savana menjelaskan sentra takjil ini berisi 100 outlet pedagang dan dibuka mulai kemarin (3/3).
Sentra takjil ini awalnya direncanakan berada di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Kenayan, atau biasa dikenal pasar sore.
Namun rencana itu tidak berjalan mulus karena ada beberapa penolakan dari beberapa pihak di sana.
“Kemudian kami mencari tempat di sini. Pedagang yang sebagian besar yang berjualan di car free day setiap Minggu pagi.” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa konsep sentra takjil ini bertujuan untuk memberi ruang untuk para pedagang bisa berjualan.
Mereka bisa menjajakan makanan dan minuman jualannya di bulan Ramadan.
“Agar ketika hari raya tiba bisa mendapat manfaat berupa penghasilan,” tambahnya.
“Yang boleh masuk hanya sepeda motor, mobil tidak boleh. Tapi kalau ingin jalan juga disediakan tempat parkir yang luas,” tambahnya lagi.
Pantauan koran ini, suasana di sentra takjil yang baru dibuka terhitung ramai.
Mulai sekitar pukul 16.00 WIB, para pedagang terlihat banyak yang sudah siap berjualan, dan masyarakat Tulungagung juga sudah mulai berdatangan.
Sekitar satu jam berselang, pasar takjil tersebut ramai pengunjung. Banyak yang berbelanja makanan dan minuman takjil dengan cara drive thru menggunakan sepeda motor.(mg2/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri