TULUNGAGUNG - Kebutuhan uang masyarakat Tulungagung meningkat di awal Ramadan ini.
Hal ini dipicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan lain sebagainya.
Alhasil, opsi menggadaikan barang menjadi salah satu pilihan daripada menjualnya.
Seperti yang terpantau di kantor Pegadaian Tulungagung, kemarin (4/3).
Warga Tulungagung terlihat silih berganti mengunjungi kantor salah satu BUMN yang terletak di Jalan Kapten Kasihin, Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung tersebut.
Berbagai kegiatan transaksi dilakukan masyarakat di Pegadaian pada bulan puasa ini.
Ada yang bertransaksi menabung emas, ada yang membayar biaya perpanjangan, dan lain-lain.
Bahkan yang paling banyak, mereka sedang menggadaikan barang atau perhiasan untuk persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Hal tersebut diakui Zen Supriono, pemimpin Pegadaian cabang Tulungagung.
Zen menjelaskan bahwa untuk saat ini nasabah yang datang ke pegadaian sangat ramai.
Dalam sehari, jumlah warga yang datang ratusan.
Kebanyakan dari mereka menggadai barang dan perhiasan.
Bahkan, menurut Zen, omzet Pegadaian ditafsir bisa tembus hingga Rp 400 juta dalam sehari pada Senin (3/3) .
"Banyak masyarakat yang sedang butuh uang. Mungkin untuk kebutuhan bulan puasa dan persiapan Lebaran," jelasnya.
Sekadar diketahui, kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan dan ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri semakin meningkat.
Apalagi, dengan harga kebutuhan pokok yang juga ikut melonjak, mengharuskan warga Tulungagung lebih bijak dalam mengatur keuangan.
Tak jarang, demi memenuhi kebutuhannya, masyarakat rela menjual barang-barang dan perhiasannya.
Warga juga banyak yang menggadaikan barang-barang berharganya demi segera mendapat uang.
"Biasanya memang ramai ketika bulan puasa, hari raya, dan ketika bulan-bulan anak mau masuk sekolah. Kalau saya butuh uang yang cepat untuk kebutuhan bulan puasa ini," ujar Rahayu, salah satu warga Kelurahan Tamanan, yang sedang mengantre di Pegadaian Tulungagung. (mg2/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri