Keikutsertaan koperasi di Tulungagung pada program makan bergizi gratis (MBG) masih tanda tanya. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kelanjutan atas instruksi yang diterbitkan pada November 2024 lalu.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung, Slamet Sunarto menerangkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi mengirimkan surat kepada pemerintah daerah pada 7 November 2024 lalu.
Di dalamnya berisi instruksi bagi pemkab untuk mendata koperasi-koperasi yang dapat berkontribusi dalam program makan bergizi gratis.
Baca Juga: 201 Unit Koperasi di Tulungagung Bakal Dibubarkan Tahun Ini, Dekopinda: Itu Konsekuensi Logis
Program ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui produk pangan yang disuplai oleh koperasi-koperasi lokal.
“Adapun Koperasi itu mencakup delapan jenis sektor koperasi. Yaitu koperasi yang bergerak di bidang beras, ikan, ayam, daging, telur, sayur, buah, maupun susu,” sebutnya.
Dia menambahkan, Pemkab Tulungagung juga melakukan identifikasi terhadap potensi koperasi lokal yang bergerak pada sektor-sektor yang disebutkan di atas.
Hal ini dilakukan dengan melibatkan anggota DPR RI dari dapil Tulungagung untuk memastikan dukungan terhadap program tersebut.
“Namun yang terjadi sampai sekarang kita belum dapat informasi. Dan itu seluruh Indonesia koperasi-koperasi belum dapat informasi dari Kementerian Koperasi terkait seberapa jauh progres dari surat tersebut,” akunya.
Pemprov Jatim juga belum dapat memberi jawaban pasti saat disinggung hal ini dalam rakor perencanaan teknis koperasi dan UMKM beberapa waktu lalu.
“Jadi kita sampai sekarang menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Koperasi,” ujar Salamet.
Baca Juga: Dekopinda Tulungagung Buka Suara Soal Banyaknya Koperasi Kesulitan Modal
Dia berharap agar data yang dilayangkan ke pemerintah pusat bisa segera diakomodir. Sebab, hal ini berkaitan dengan upaya menggenjot ekonomi di tingkat daerah.
“Kalau itu bisa diakomodir, maka akan bisa menumbuhkembangkan potensi ekonomi lokal yang ada di Tulungagung,” kata laki-laki yang juga menjabat sebagai Plt BRIDA Tulungaung ini.
Lalu, lanjut Slamet, saat ini pihaknya juga sedang menyiapkan skema khusus jika nantinya ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Yakni, dengan melakukan subsidi silang antarlembaga koperasi untuk memastikan kebutuhan bahan pangan MBG tercukupi.
“Artinya kalau kita kurasi lolos di telur, telurnya dari pemasok kurang, bisa di-support dari pengusaha telur lokal. Sedangkan hitungan bisnisnya nanti terserah mereka. Rancangan kami begitu, sehingga pertumbuhan ekonomi ini bisa sudah sustainable,” tandasnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra