Nasib puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos seleksi di lingkup Pemkab Tulungagung tanda tanya. Sebab, pengangkatan CPNS 2024 mundur dari jadwal semua menjadi 1 Oktober mendatang.
Hal serupa juga terjadi pada proses pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2024.
“Ada surat dari Kemenpan-RB yang baru saja turun. Menyampaikan bahwa untuk CPNS pemberkasan SK-nya TMT 1 Oktober 2025,” ujar Kepala BKPSDM Tulungagung, Soeroto.
Baca Juga: Duh, Pengangkatan CPNS 2024 Ditunda hingga Oktober 2025, Ini Alasannya
Sedangkan, pengangkatan PPPK 2024 tahap II baru akan digelar pada 1 Maret 2026 mendatang. Soeroto menyebut, pemerintah pusat mengambil kebijakan ini guna memastikan seluruh proses pengangkatan bisa digelar serentak.
“Agar serentak semuanya pengangkatannya. Karena yang di tahap kedua ini masih dalam proses.Kalau PPPK itu yang tahap I sudah mulai pemberkasan,” jelasnya.
Sedianya, lanjut Soeroto, pengangkatan PPPK 2024 tahap I digelar pada Juni-Juli tahun ini. Lalu, proses pengangkatan PPPK tahap II digelar pada awal tahun depan.
“Kalau ndak salah Juni atau Juli, itu sudah pengangkatan untuk tahap 1. Untuk tahap II itu nanti perkiraan kalau ndak jadwal akhir 2025, awal 2026,” bebernya.
Disinggung soal jumlah formasi, Soeroto mengatakan 72 peserta lolos seleksi CPNS 2024. Lalu, sebanyak 426 peserta lolos seleksi PPPK tahap I.
“Untuk yang tahap kedua ada sisa kekosongan 88 (formasi, Red) yang akan direbut oleh 2.740 (peserta, Red) yang melakukan pendaftaran di tahap kedua,” kata dia.
Dia mengeklaim, proses pengangkatan PPPK baik di tahap pertama maupun tahap kedua tidak terpengaruh dampak penundaan pengangkatan secara signifikan.
“Karena mekanisme agendanya sudah mau selesai, tetapi begitu ada surat dari Kemenpan-RB, kita menyesuaikan. Sehingga tmt-mnya yang sekarang masih proses di BKN, ya disesuaikan,” ucapnya.
Meski begitu, pemkab kudu melongok dampak sosial-ekonomi yang timbul akibat kebijakan penundaan pengangkatan CPNS-PPPK 2024.
Baca Juga: Tiga Formasi CPNS di Tulungagung Kosong, BKPSDM: Tak Ada Optimalisasi
Salah satunya terkait laporan di berbagai daerah soal banyaknya pegawai swasta yang kadung mengundurkan diri dari Perusahaan begitu menerima informasi lolos seleksi CPNS-PPPK.
Menurut Soeroto, sampai saat ini Pemkab Tulungagung memang belum menerima laporan serupa.
“Sampai saat ini belum ada (laporan, Red). Yang ada di sosmed-sosmed yang lain itu ada yang sudah resign. Kalau yang resign kan tidak ada instruksi untuk resign dulu. Itu pertimbangan masing-masing,” jelasnya.
Pemerintah pusat sendiri menyatakan siap membantu menjembatani CPNS yang kadung resign dari perusahaan. Yakni dengan me-lobby korporasi untuk kembali memperkerjakan pegawai hingga proses pengangkatan digelar.
Sayang, nampaknya kebijakan serupa belum akan diterapkan di lingkup Tulungagung.
“Kebijakan seperti itu ndak ada. Dibantu itu ada dua alternatif. Bisa tercapai, bisa tidak tercapai,” terangnya.
Meski tak merinci, dia menerangkan bahwa sebagian besar CPNS 2024 yang lolos seleksi berlatar belakang sebagai lulusan dari perguruan tinggi.
“Yang 72 (peserta lolos, Red) itu kebanyakan ya dari umum, fresh graduate. Dari mana-mana lah. Karena itu sifatnya nasional, bisa dari mana-mana. Untuk melamar asalkan mereka tesnya itu yang terbaik,” sebutnya.