Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Desa Junjung Tak Kunjung Dibangun, Jembatan Darurat Bisa Jadi Solusi Sementara

Mukhamad Zainul Fikri • Kamis, 13 Maret 2025 | 01:29 WIB
Seorang pencari rumput melintasi jembatan di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang patah beberapa waktu lalu.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Seorang pencari rumput melintasi jembatan di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang patah beberapa waktu lalu.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Pembangunan jembatan Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol yang ambrol pada Desember 2024 lalu belum ada kepastian.

Kondisi jembatan Desa Junjung yang patah, sangat berbahaya jika tetap dilewati masyarakat.

Maka pembuatan jembatan darurat bisa jadi solusi untuk sementara waktu semampang menunggu pembangunan jembatan Desa Junjung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo menjelaskan Pemkab Tulungagung telah berupaya keras mencari anggaran untuuk memperbaiki jembatan Desa Junjung.

Sempat diusulkan dalam biaya tidak terduga (BTT) Pemprov Jatim, namun belum disetujuai karena efisiensi anggaran.

“Tapi sudah kami sampaikan ke Bupati Tulungagung untuk menjadi prioritas pembangunan Jembatan Junjung ini,” jelasnya.

Hari memastikan akan ada upaya lagi untuk memperbaiki jembatan itu.

Mungkin melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tulungagung murni ataupun bisa saja mengajukan lagi ke Pemprov Jatim.

“Setelah ini akan diusahakan lagi lewat Pemprov Jatim,” katanya.

Sulitnya perbaikan jembatan Junjung juga karena banyaknya anggaran yang dibutuhkan.

Hari menyebut setidaknya harus siap anggaran 7 miliar (M) untuk melakukan perbaikan.

“Kalau untuk perbaikan jembatan Junjung, anggarannya sekitar 7 M,” katanya.

Nah yang menjadi masalah saat ini adalah masih banyak masyarakat yang melewati jembatan ambrol tersebut.

Padahal jika melihat kondisi bangunannya, jembatan Junjung sangat membahayakan jika tetap dilewati.

“Kami sarankan untuk masyarakat Junjung jangan dilewati, kalau ada apa apa siapa yang bertanggungbawab,” katanya.

Untuk solusinya, Hari merekomendasikan pihak desa untuk menginisiasi pembuatan jembatan darurat dengan bahan bambu.

Jembatan darurat itu nanti bisa dilewati oleh kendaraan  roda 2. Sedangkan kendaraan roda empat wajib memutar untuk mencari jalan lain.

“Sebenarnya untuk bambu bisa minta bantuan ke BPBD. Kemarin kayak di Jeli itu juga mendapatkan bantuan untuk pembuatan jembatan daruratnya,” tutup Hari.***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#desa junjung #jembatan darurat #dinas pupr tulungagung #jembatan #jembatan patah #jembatan desa