RADAR TULUNGAGUNG - Anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono melanjutkan kunjungan kerjanya di Tulungagung.
Yakni dengan menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), bersama tokoh masyarakat Tulungagung yang bertajuk Pangan Aman Bermutu dan Pencegahan Stunting.
Baca Juga: Temui Warga Tulungagung, Anggota DPR RI Heru Tjahjono Sosialisasikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Dalam kegiatan KIE tersebut Heru Tjahjono menggandeng Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) Jawa Timur.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat Tulungagung agar selalu memperhatikan label BPOM pada setiap produk obat dan makanan, serta kosmetik yang dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga: MBG untuk Persiapkan Generasi Indonesia Emas, Heru Tjahjono: Mari Sukseskan Bersama
Juga kepada para pengusaha agar selalu mengutamakan keamanan produknya.
Acara tersebut mengundang sekitar 200 orang yang mayoritas merupakan para pengusaha dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tulungagung.
Baca Juga: Patahkan Keraguan Program Kesehatan Nasional, Heru Tjahjono Sosialisasikan ke Warga Tulungagung
Selain itu, sosialisasi ini Heru Tjahjono juga menghadirkan narasumber kepala Balai Besar POM Surabaya, Budi Sulistyowati.
Dalam sosialisasi ini Heru menegaskan agar masyarakat pelaku UMKM di Tulungagung bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk bertanya apapun yang kaitannya dengan BPOM sebagai syarat aman dalam produksi makanan, obat, dan kosmetik.
Baca Juga: Sidak Beberapa Toko dan Distributor Minyak Goreng, Ini Temuan Satgas Pangan Polres Trenggalek
"Edukasi ini untuk meningkatkan produksi mereka. Agar produksi mereka menjadi aman, higenis, dan layak dikonsumsi," kata Heru.
Heru juga menjelaskan edukasi ini juga bertujuan agar produk para pengusaha dan UMKM dari Tulungagung bisa bersaing di pasar bebas melalui e-commerce.
Dia mengatakan produk UMKM yang ada di Tulungagung jumlahnya sekitar 100 ribu lebih. Dari jumlah tersebut 59 persennya merupakan produk makanan dan minuman.
"Rata-rata semua produknya enak-enak. Tinggal proses produksinya saja yang ditingkatkan, seperti pakai sarung tangan, pakai pakaian khusus untuk kerja, dan juga memperhatikan proses penjualanya. Termasuk packaging-nya," jelasnya.
Baca Juga: Usaha Menengah dalam Program MBG: Proses Industrialisasi Sektor Pangan dan Gizi
"Sekali lagi yang paling utama adalah higenis dan aman," tambah Heru.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Balai Besar POM Surabaya Budi Sulistyowati. Dia mengakui bahwa masyarakat Tulungagung sudah sangat mengerti tentang materi yang disampaikan.
Baca Juga: Besaran Bantuan Pangan 2025 Belum Jelas, Bulog Tulungagung Enggan Terburu-buru Repacking
"Itu terbukti dari pertanyaan para pelaku usaha di Tulungagung. Mereka sudah aware terkait hal-hal yang bisa membahayakan konsumen. Semoga bisa lebih baik lagi," tambahnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana