RADAR TULUNGAGUNG - Desa di Tulungagung ini pernah memiliki grup jaranan legendaris dan memiliki banyak penggemar pada dekade 1990-an.
Bahkan saking legendarisnya, setiap hal yang berbau grup jaranan bernama Turonggo Safitri Putro ini tentu bisa menceritakan warna kesenian yang berkembang di Tulungagung.
Baca Juga: Jaranan Jawa Sepi Peminat di Tulungagung, Benarkah Kalah dengan Jenis Jaranan Lain?
Apalagi di beberapa lagu pengiring Turonggo Safitri Putro juga menyebutkan nama desa ini. Dari sini, tentu para pembaca bisa menebak desa yang dimaksud.
Ya, desa yang dimaksud adalah Desa Gedangsewu, Kecamata Boyolangu, Tulungagung.
Baca Juga: Cerita Andik Gusdianto, Guru Bahasa Inggris Ajarkan Seni Reog dan Jaranan di Tulungagung
Desa Gedangsewu terletak tidak jauh dari pusat kota Tulungagung dan berada di selatan jalan nasional Tulungagung - Trenggalek.
Desa Gedangsewu sendiri memiliki wilayah seluas 1,15 kilometer persegi dan terbagi menjadi 3 dusun, 6 RW, dan 16 RT.
Baca Juga: Gerakan Paling Khas Reog Kendang Tulungagung, Ada Representasi Prajurit Dewi Kilisuci
Dari data BPS Tulungagung, pada 2018 lalu jumlah penduduk Desa Gedangsewu mencapa 3.670 jiwa, yakni 1.829 pria dan 1.841 wanita.
Selain menjadi penanda keberadaan grup jarananan Turonggo Safitri Putro yang legendaris, di sini juga ada eks bangunan Masjid Agung Tulungagung yang sekarang bernama Masjid Al Muhajirin.
Baca Juga: Sempat Jadi Sorotan, Kini Kendang di Tugu Reog Kendang Lepas dari Penyangga
Begitulah sekilas cerita mengenai Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Semoga menambah wawasan Anda.
Editor : Dharaka R. Perdana