RADAR TULUNGAGUNG - Ketua RT/RW se-Tulungagung terancam ngaplo di hari-hari menjelang Lebaran ini.
Alasannya, janji Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo untuk menaikkan gaji mereka dari Rp 150 ribu ke Rp 200 ribu urung terlaksana dalam waktu dekat.
Mengingat salah satu quick win bupati Tulungagung itu tidak selaras dengan refocusing anggaran yang sedang dicanangkan pemerintah pusat.
Hal tersebut diakui Nasrul Kharima, ketua RW 11 Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.
Baca Juga: Bupati Gatut Sunu Wibowo Boyongan ke Pendapa, Pilih Hari Khusus Bermakna Kokoh untuk Tulungagung
Nasrul menceritakan alasan para RT/RW meminta kenaikan honor karena sudah lima tahun terakhir ini tidak pernah naik. Terhitung sejak 2020 hingga 2025.
Apalagi mereka juga memberikan pelayanan kepada masyarakat di desa.
"Dulu per bulan honornya Rp 150 ribu, dan dicairkan setiap bulan. Tapi pada tahun ketiga honor kami justru dirapel per tiga bulan sekali," ungkapnya
Kenaikan honor yang rencananya akan diterima 7.817 ketua RT/RW desa se-Tulungagung itu nampaknya belum bisa dinikmati dalam waktu dekat.
Baca Juga: Bupati Gatut Sunu Tekankan Sektor Infrastruktur-Ekonomi di Tulungagung Perlu Digenjot
Kenaikan honor tersebut harus ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan."Kami tetap berharap program tersebut benar-benar bisa terealisasi," ujarnya.
Hal tersebut dibenarkan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung Iswahyudi.
Menurut dia, kenaikan honor/insentif untuk ketua RT/RW desa se-kabupaten Tulungagung ini merupakan salah satu quick win dari bupati Tulungagung.
"Memang benar itu merupakan salah satu program dari Pak Bupati," katanya saat dikonfirmasi terpisah.
Baca Juga: Gatut Sunu Jalani Retret di Akmil Magelang, Kapan Sertijab Bupati Tulungagung Dilaksanakan?
Dia menjelaskan rencana kenaikan honor yang akan diberikan kepada ketua RT/RW besarnya Rp 50 ribu per bulan.
Dari semula Rp 150 ribu per bulan akan dinaikan menjadi Rp 200 ribu perbulan. Namun pihaknya mengaku terpaksa harus menunda karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Warga Tulungagung Wajib Sabar, Sertijab Bupati Digelar Usai Gatut Sunu Rampungkan Retret di Magelang
"Sementara ini ditunda dulu kenaikannya, sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Apabila keuangan daerah sudah memungkinkan nanti baru dianggarkan untuk kenaikan honornya," terangnya.
Iswahyudi juga menjelaskan jika honor RT/RW dinaikkan Rp 50 ribu, dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu perbulan maka, pihaknya memerlukan tambahan anggaran sekitar Rp 4,6 miliar.
Nanti jika efisiensi sudah terpenuhi ada kemungkinan honor RT/RW desa se-Kabupaten bisa dinaikkan.
"Kami mohon maaf kepada RT/RW desa se-Tulungagung kami putuskan ditunda karena keadaan efisiensi tersebut," tambahnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana