RADAR TULUNGAGUNG - Kesuksesan program makan bergizi gratis (MBG) di Tulungagung menjadi perhatian dari anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono.
Anggota Fraksi Golkar ini pun kembali menyosialisasikan MBG di GOR Cakra Jaya, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru.
Baca Juga: Gandeng BPOM Jawa Timur, Heru Tjahjono Imbau Masyarakat Tulungagung Mewaspadai Obat Tradisional
Dengan sosialisasi tersebut memantapkan keyakinan masyarakat Tulungagung bahwa MBG di Kota Marmer ini akan terealisasi dengan baik.
Pada sosialisasi MBG tersebut Heru Tjahjono berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional, juga mengundang sejumlah 250 orang ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimat NU Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga: Gandeng BPOM Surabaya, Heru Tjahjono Ajak UMKM Tulungagung Peduli Pangan Aman dan Bermutu
Heru Tjahjono menjelaskan kepada koran ini bahwa program sosialisasi MBG ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi MBG yang lalu.
Tujuannya untuk terus memberi informasi dan wawasan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya program dari Presiden ini. Tentunya untuk menyongsong Indonesia Emas.
Baca Juga: Temui Warga Tulungagung, Anggota DPR RI Heru Tjahjono Sosialisasikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
"Selain itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah," kata Heru
Heru juga menambahkan bahwa pemberian MBG ini tidak hanya untuk anak-anak di sekolah saja. Namun juga kepada ibu hamil dan anak-anak balita juga.
Baca Juga: MBG untuk Persiapkan Generasi Indonesia Emas, Heru Tjahjono: Mari Sukseskan Bersama
Kemudian, masyarakat akan dilibatkan untuk pemenuhan bahan-bahan untuk MBG ini. "Tentunya juga harus sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Instalasi Gizi RSUD dr Iskak Tulungagung Ratih Puspitaningtyas menjelaskan bahwa sosialisasi ini sebagai penguat untuk masyarakat agar mengetahui pentingnya program MBG ini.
Dia mengatakan program pemerintah Itu semua bertujuan untuk mewujudkan anak-anak Tulungagung yang cerdas, kuat, sehat dan status gizinya bagus.
"Tentunya harus diikuti dengan pengetahuan dari masyarakat mengenai apa itu gizi yang seimbang. Sehingga bisa mencetak generasi yang cemerlang," kata Ratih. ****
Editor : Dharaka R. Perdana