RADAR TULUNGAGUNG - Anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono tak henti-henti memberi perhatian khusus kepada masyarakat Tulungagung.
Kamis (20/3), pria yang juga anggota Fraksi Golkar itu kembali menggelar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Tentang Keamanan dan Manfaat Obat Tradisional di Resto Lesehan Nirwana Bambu, Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut, Tulungagung.
Baca Juga: Gencar Sosialisasikan MBG di Tulungagung, Heru Tjahjono: Mari Sukseskan Program Indonesia Emas
Tujuan dari sosialisasi dan edukasi ini bertujuan agar masyarakat Tulungagung lebih bisa mewaspadai peredaran obat-obatan tradisional yang semakin marak dan membahayakan.
Karena kandungan zat-zat termasuk zat kimia dalam obat tradisional sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Gandeng BPOM Jawa Timur, Heru Tjahjono Imbau Masyarakat Tulungagung Mewaspadai Obat Tradisional
Dalam memberikan edukasi ini Heru selalu berkolaborasi dengan Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) Surabaya.
Nurul Kholidiyah, pengawas farmasi dan makanan, BPOM Surabaya, mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap obat-obatan tradisional yang banyak beredar di pasaran. Karena banyak obat tradisional yang mengandung zat kimia berbahaya.
Baca Juga: Gandeng BPOM Surabaya, Heru Tjahjono Ajak UMKM Tulungagung Peduli Pangan Aman dan Bermutu
"Ciri utamanya, jika sakit dan sekali minum obat tradisional langsung merasa enak seketika, maka itu patut dicurigai kandungannya. Karena bisa jadi obat tersebut mengandung zat berbahaya. Efeknya tidak langsung, tapi dalam jangka panjang bisa merusak hati dan ginjal," ungkapnya
Nurul juga mengatakan meskipun tidak semua obat tradisional mengandung zat kimia berbahaya. Namun masyarakat harus benar-benar waspada dan harus tau melalui sosialisasi ini.
Baca Juga: Temui Warga Tulungagung, Anggota DPR RI Heru Tjahjono Sosialisasikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
"Pokoknya kalau minum obat efeknya 'ces pleng' (langsung merasa sembuh atau enak) segera jauhi obat itu," tambahnya.
Edukasi ini menghadirkan 250 orang lebih. Yang terdiri dari para pengusaha dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta masyarakat umum di Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana