Selain perbaikan ruas jalan di Desa Segawe dan Ngentrong, pemkab juga mengagendandakan perbaikan infrastruktur skala makro di Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo menerangkan, rehabilitasi jalan di Desa Pucunglor jadi salah satu prioritas di tahun ini.
“Pelebaran jalan Pucunglor. Karena itu lintas arah ke Blitar,” sebutnya.
Dia merinci, titik perbaikan berada tak jauh dari Puskesmas Ngantru. Tingginya tingkat kerusakan membuat pemkab memutuskan untuk melakukan perbaikan di titik yang dimaksud.
Terlebih, volume kendaraan yang melintas di ruas jalan ini terbilang tinggi. Itu sebabnya perlu dilakukan perbaikan skala makro.
“Panjang sekitar 1,2 kilometer. Setelah (Jembatan, Red) Ngujang Dua, Balai Desa Pucunglor ke utara,” sebutnya.
Meski tak merinci nominal anggaran yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini, Hary mengaku bahwa rehabilitasi dan perbaikan jalan skala makro jadi salah satu fokus pemkab di tahun ini.
Itu sesuai dengan visi-misi pimpinan daerah yang harus mulai diterapkan tahun ini, kendati pemkab juga harus mulai melakukan efisiensi anggaran.
“Sementara itu mungkin yang besar-besar. Yang lainnya pokir, (skala, Red) kecil-kecil,” katanya.
Adapun salah satu proyek skala mikro yang sedang dilangsungkan saat ini adalah perbaikan dalam di masing-masing UPT di bawah dinas PUPR.
Rinciannya, UPT Kauman mengampu perbaikan jalan di wilayang Sendang, UPT Kota mengampu perbaikan di ruas Jalan MT Haryono, UPT Ngunut perbaikan jalan di sekitar Pasar Ngunut, dan UPT Campurdarat perbaikan jalan di wilayang Desa Gamping.
Untuk diketahui, panjang ruas jalan di Tulungagung mencapai 1.775 kilometer (km).
Dari jumlah itu, panjang jalan kabupaten mencapai sekitar 1.200 km, di manas 77 persen di antaranya dikategorikan sebagai jalan mantap.
“Yang sisanya itu kondisi rusak berat, sedang, maupun ringan,” ujarnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra