Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

15 Paket Rehabilitasi Irigasi 2025 di Tulungagung Gagal Terlaksana, Apa Langkah Dinas PUPR?

Dharaka R. Perdana • Jumat, 21 Maret 2025 | 21:08 WIB

Warga melintas di dekat saluran irigasi di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Tulungagung. (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Warga melintas di dekat saluran irigasi di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Tulungagung. (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Program efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat benar-benar memberi dampak luar biasa bagi perencanaan proyek di tingkat daerah, tak terkecuali di Tulungagung.

Bahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung harus merelakan 15 paket rehabilitasi saluran pengairan dicoret.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung: Rehabilitasi Jalan di Wilayah Ngantru Masuk Proyek Prioritas Tahun Ini

Dengan nominal total hingga Rp 6,5 miliar yang bersumber dari DAK dan DAU yang sudah dipegang Pemkab Tulungagung.

Kabid Pengairan Endra Wibawa mengatakan, program refocusing secara langsung memang berdampak pada sejumlah rencana kegiatan yang sudah disusun pada APBD 2025.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Dinas PUPR Tulungagung Gelontor Rp 800 Juta untuk Perbaikan Jalan

Tak terkecuali infrastruktur yang membutuhkan penanganan, alhasil untuk sementara waktu jadi tertunda.

"Tidak hanya perbaikan jalan, tetapi juga menyentuh rencana rehabilitasi saluran pengairan," katanya.

Baca Juga: Adu Banteng di Jalan Nasional Trenggalek - Tulungagung, Dua Mobil Rusak Parah

Endra, -sapaan akrabnya menambahkan, program rehabilitasi saluran pengairan untuk tahun ini ditopang dari DAK dan DAU.

Rinciannya lima paket rehabilitasi dari DAK senilai Rp 5 miliar dan 10 paket dari DAU senilai total Rp 1,5 miliar.

Baca Juga: Jelang Musim Mudik Lebaran 2025, Polres Trenggalek Survei Jalan, Begini Hasilnya

Sayangnya upaya rehabilitasi untuk sementara tidak bisa dijalankan lantaran masih ada penyisiran anggaran yang sekiranya bisa diefisienkan lagi.

"Saat ini masih dilakukan proses penyisiran anggaran dari pemkab. Alhasil kami pun masih menunggu hasilnya seperti apa," paparnya.

Sayangnya pria ramah ini tidak sampai menyebutkan secara spesifik di area mana saja saluran irigasi yang perlu direhabilitasi.

Namun pihaknya sebenarnya tetap menaruh harapan dari anggaran hasil penyisiran itu bisa kembali diperuntukkan untuk memperbaiki sejumlah saluran irigasi itu.

Baca Juga: Duh, Kenaikan Honor Ketua RT-RW di Tulungagung Ditunda Gegara Terdampak Efisiensi Anggaran

Mengingat infrastruktur ini juga berkaitan erat dengan program swasembada pangan yang juga digaungkan pemerintah pusat.

"Kami tentu tetap berharap mendapat kucuran anggaran untuk melanjutkan agenda kegiatan fisik di bidang ini. Paling mentok tentu berharap pada perubahan anggaran keuangan (PAK) di semester kedua 2025," ujarnya.

Baca Juga: Genjot PAD tapi Harus Efisiensi, DPRD Trenggalek Minta Klarifikasi Badan Keuangan Daerah

Sekadar mengingatkan, dampak refocusing membuat Pemkab Tulungagung harus memanfaatkan ketersediaan anggaran secara maksimal.

Walaupun akhirnya ada beberapa agenda kegiatan yang urung dilakukan pada jangka waktu dekat ini.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Target Refocusing Lebih dari Rp 52 M, Ini Sektor yang Akan Dioptimalkan

Tetapi pemkab tetap berusaha mewujudkan visi misi pemerintahan periode 2025-2030, seperti perbaikan jalan.
Terlebih BPKAD Tulungagung juga terus melakukan penyisiran anggaran di setiap OPD.

Mereka menargetkan harus bisa melakukan efisiensi lebih dari Rp 52 miliar. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #pupr tulungagung #irigasi #DAU #dak #refocusing #rehabilitasi irigasi #efisiensi