Radar Tulungagung - Makam Astana Gedong yang berada di Desa Sukodono Kecamatan Karangrejo Tulungagung ini menjadi salah satu tempat bersejarah di Tulungagung.
Diketahui pada makam ini, bersemayam Raden Lemburu atau dikenal sebagai Raden Ketawengan yang diyakini masyarakat sekitar memiliki hubungan dengan keturunan kerajaan Majapahit.
Mendapati hal tersebut, membuat makam Astana Gedong menjadi saksi bisu kedekatan Kabupaten Tulungagung dengan kerajaan besar Majapahit.
Tak hanya itu, pada makam Astana Gedong ini juga bersemayam tokoh-tokoh besar yang berpengaruh dna memiliki kaitan dengan sejarah Kabupaten Tulungagung.
Makam Astana Gedong diperkirakan telah ada sejak tahun 1548 Masehi atau tahun 1470 Saka. Dimana makam ini menyimpan nilai sejarah yang tinggi atas peradaban di Tulungagung.
Bangunan serta arsitektur pada makam Astana Gedong ini memiliki ciri khas layaknya bangunan-bangunan jawa kuno.
Bahkan batu nisan pada Makam Astana Gedong terbuat dari baru yang diukir dengan aksara jawa kuno. Tak hanya itu, bebatuan pada makam tersebut juga memiliki ornamen-ornamen sederhana khas makam jawa kuno.
Dengan bangunan khas dan arsitektur yang terkesan tua, membuat makam Astana Gedong memiliki nuansa keramat yang begitu kental.
Makam Astana Gedong juga dibagi menjadi beberapa bagian ruang komplek makam. Dimana dari setiap ruang tersebut bersemayang berbagai golongan dari era kerajaan terdahulu.
Hal ini membuat makam Astana Gedong menjadi bukti nyata atas perjalanan sejarah peradaban yang panjang di Kabupaten Tulungagung.
Tak ayal, selain difungsikan sebagai pemakaman, makam Astana Gedong juga kerap dikunjungi peneliti sejarah untuk menguji hasil penelitiannya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz