Radar Tulungagung – Desa Bukur kecamatan Sumbergempol, resmi menyandang status Desa Mandiri pada tahun 2024, setelah sebelum nya berstatus Desa Tertinggal pada tahun 2013.
Perjalanan panjang ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Bukur, Juni (50), mengakui bahwa pencapaian ini tidak diraih dengan mudah, tetapi merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa.
Transformasi Ekonomi dan Sosial
Perubahan status menjadi Desa Mandiri mencermin kan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, terutama dalam sektor ekonomi.
Masyarakat Desa Bukur kini memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik, didukung oleh perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pertanian dan perdagangan yang semakin maju.
"Kami terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program inovatif. Prioritas utama kami adalah melindungi dan menjunjung tinggi kepentingan serta kedaulatan masyarakat desa," ujar Kepala Desa Bukur, Juni.
Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Desa Bukur
Keberhasilan Desa Bukur dalam mencapai status mandiri tidak lepas dari peran sumber daya manusia (SDM) yang produktif dan inovatif.
Masyarakat desa dikenal memiliki etos kerja yang tinggi serta semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik.
Beberapa potensi SDM unggulan yang mendukung kemajuan Desa Bukur antara lain:
1. Petani dan Pelaku Agribisnis
Mayoritas masyarakat Desa Bukur menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan penerapan teknologi pertanian modern, hasil pertanian semakin
meningkat dan berkontribusi pada perekonomian desa.
2.Pengusaha UMKM
Masyarakat desa banyak mengembangkan usaha kecil seperti pengolahan hasil pertanian, kerajinan tangan, dan produk olahan makanan yang mampu bersaing di pasar lokal dan nasional.
3.Generasi Muda Berpendidikan
Kesadaran akan pentingnya pendidikan semakin meningkat. Banyak generasi muda desa yang menempuh pendidikan tinggi dan kembali mengabdi di desa dengan membawa wawasan baru dalam bidang teknologi, bisnis, dan tata kelola pemerintahan desa.
4.Kelompok Sosial dan Kewirausahaan
Adanya berbagai komunitas dan kelompok usaha bersama membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, baik melalui koperasi maupun usaha berbasis komunitas.
Upaya Pemdes dalam Meningkatkan dan Mempertahankan Status Mandiri
Pemerintah Desa Bukur terus melakukan berbagai terobosan inovatif guna mempertahankan status Desa Mandiri.
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
Penguatan ekonomi berbasis masyarakat dengan mendukung pelaku UMKM dan kelompok tani melalui akses permodalan dan pelatihan.
Peningkatan kualitas infrastruktur seperti jalan desa, fasilitas kesehatan, dan sarana pendidikan agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam sektor pertanian dan pemasaran produk unggulan desa. Pemberdayaan perempuan dan pemuda melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan keterampilan kerja.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, diharapkan Desa Bukur mampu mempertahankan status Desa Mandiri dan terus berkembang menjadi desa yang lebih maju dan sejahtera.
"Kami berharap masyarakat Desa Bukur dapat hidup rukun, memiliki ekonomi yang stabil, dan minim masalah sosial. Kemandirian desa harus terus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang," tutup Juni.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz