Radar Tulungagung – Masuk periode libur panjang, kondisi infrastruktur proyek nasional jadi perhatian pemerintah pusat melalui jajaran di masing-masing regional. Hal serupa juga berlaku pada PPK 2.6 Pansela 1 yang dalam beberapa waktu terakhir menilik tingkat kerusakan di sejumlah titik jalur lintas selatan (JLS).
Dalam beberapa waktu terakhir, didapati sejumlah kerusakan berbagai skala di sejumlah titik di JLS. Sebagai tindak lanjut, pemangku kebijakan segera melakukan penanganan di lapangan.
“Sementara ini semua lubang sudah kami lakukan saloop (penambalan, Red). Per kemarin sudah selesai,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Pansela 1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum, I Made Budiana.
Meski begitu, menilik hasil evaluasi di lapangan, potensi munculnya lubang atau titik kerusakan baru masih cukup besar. Sebab, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir berpotensi merusak konstruksi jalan.
“Kalau pun ada lubang baru karena cuaca ekstrim ini, kami sudah siapkan tim. Jadi, selama 24 jam mereka kami stand by-kan,” sebut laki-laki yang karib disapa Budi ini.
Untuk diketahui, PPK 2.6 Pansela 1 memiliki tiga posko yang disiagakan. Dua posko berada di masing-masing lokasi paket pekerjaan. Bertugas sebagi penyuplai peralatan berat dan memonitor kondisi jalan. Dan satu lagi posko berada di wilayah Trenggalek.
“Jadi, kami sudah siapkan untuk saloop dan alat berat apabila terjadi longsoran. Dalam hal ini dalam mengantisipasi lubang dan longsor, tim dari posko sudah siap,” tegasnya.
Budi menambahkan, titik pekerjaan lot 6A dan 6B terpantau aman, meski sempat didapati infiltrasi atau rembesan air hujan di badan jalan. Penanganan segera dilakukan guna meminimalkan kerusakan lebih lanjut.
“Dan memang itu membutuhkan subdrain. Sudah kami usulkan subdrain untuk memotong agar air tidak masuk ke badan jalan,” katanya.
Secara umum, panjang kerusakan mencapai sekitar 2,6 kilometer (km) yang tersebar di 20 titik. Budi mengeklaim seluruh proses perbaikan sudah dilakukan.
“Iya, akibat tidak ada saluran subdrain itu. Mohon pengguna jalan berhati-hati karena kondisi jalan baru dibuka. Ada kemungkinan terjadi tanah longsor,” ucapnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra