Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Budaya Luhur Penuh Nilai Kehidupan, Berikut Tradisi Meminta Maaf Dengan Sungkem Saat Lebaran Idul Fitri di Tulungagung

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 31 Maret 2025 | 03:38 WIB

Tradisi sungkeman saat lebaran idul fitri
Tradisi sungkeman saat lebaran idul fitri

Radar Tulungagung - Bukan hanya soal kemenangan di bulan suci Ramadhan, lebaran Idul Fitri juga sebagai momen untuk mempererat silaturahmi dan memperbaiki hubungan dengan keluarga.

Salah satunya yakni tradisi sungkeman untuk permohonan maaf yang masih lestari di Tulungagung saat peringatan lebaran Idul Fitri.

Tradisi sungkeman di Tulungagung ini memiliki makna sangat mendalam. Dimana sungkeman sebagai bentuk penghormatan, permohonan maaf, dan doa restu dari orang tua.

Tak hanya itu, tradisi sungkeman saat peringatan lebaran Idul Fitri juga makna, tata cara, waktu yang tepat, dan nilai yang terkandung dalam tradisi ini.

Diketahui sungkeman merupakan budaya untuk memohon maaf serta permintaan restu kepada orang tua maupun sesepuh dengan sikap merendahkan hati.

Dalam prosesinya, orang yang lebih muda akan berlutut atau duduk bersimpuh di depan orang yang lebih tua untuk melambangkan penghormatan.

Budaya sungkeman ini sangat erat dengan kebudayaan Jawa dan masih banyak dilakukan, utamanya pada saat peringatan lebaran Idul Fitri.

Selain menyimbolkan kesopanan, tradisi sungkem juga mencerminkan introspeksi diri hingga memperkuat ikatan kekeluargaan.

Dengan duduk berjongkok atau bersimpuh, akan menunjukkan kerendahan hati serta penghormatan kepada orang tua, kakek nenek, maupun tokoh yang dihormati dalam keluarga.

Sungkem juga dilakukan sebagai sarana untuk mengakui kesalahan yang telah dilakukan dengan meminta maaf secara tulus. Dimana hal ini sama dengan semangat peringatan Idul Fitri sebagai waktu kembali ke fitrah yang suci.

Tradisi sungkeman dapat menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kasih sayang sehingga dapat mempererat hubungan antar keluarga.

 

Orang tua atau sesepuh biasanya akan memberikan wejangan atau nasehat kehidupan agar lebih baik saat prosesi sungkeman ini berlangsung.

Biasanya tradisi sungkeman ini dilakukan setelah melaksanakan salat Idul Fitri, sebelum makan bersama dan bersilaturahmi ke sanak keluarga.

Dimana momen ini menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan keluarga.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#tulungagung #idul fitri #permohonan maaf #lebaran #Sungkem #meminta maaf