Mulai dari ketupat, opor ayam, hingga aneka kue kering yang tersaji di meja.
Namun, bagi masyarakat Jawa, ada satu hidangan yang terasa kurang jika tidak hadir saat Lebaran, yakni tape ketan.
Tape ketan adalah makanan tradisional berbahan dasar ketan putih yang difermentasi menggunakan ragi.
Proses fermentasi ini menghasilkan rasa manis dengan sedikit sensasi asam yang khas, serta aroma yang harum.
Biasanya, tape ketan disajikan dalam bentuk basah dengan warna hijau dari daun pandan atau warna hitam jika menggunakan ketan hitam.
Di beberapa daerah di Jawa, tape ketan sering dijadikan pelengkap aneka sajian Lebaran.
Selain bisa dinikmati langsung, tape ketan juga sering disandingkan dengan uli (ketan bakar) atau dijadikan campuran minuman segar seperti es tape.
Menurut sejumlah warga, keberadaan tape ketan saat Lebaran bukan sekadar makanan biasa, tetapi juga memiliki makna tersendiri.
Proses fermentasi yang membutuhkan kesabaran mencerminkan nilai kehidupan, bahwa segala sesuatu membutuhkan waktu untuk menjadi sempurna.
Tidak heran, meskipun zaman terus berkembang dengan berbagai jenis hidangan modern, tape ketan tetap bertahan dan selalu dinanti saat Lebaran tiba.
Tradisi menyajikan tape ketan pun masih dilestarikan oleh banyak keluarga, menjadikannya bagian dari warisan kuliner yang tak lekang oleh waktu.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz