Radar Tulungagung - Usai melaksanakan Salat Idulfitri, masyarakat Tulungagung tetap mempertahankan tradisi makan bersama di mushola.
Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Berbagai hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, serta aneka kue kering tersaji di meja panjang yang diletakkan di dalam maupun sekitar mushola.
Di beberapa desa, warga membawa makanan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama-sama.
“Ini sudah menjadi kebiasaan kami sejak dulu. Setelah salat, kami berkumpul dan makan bersama sebelum bersilaturahmi ke rumah sanak saudara,” ujar Agus, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini juga menjadi momen mempererat hubungan antarwarga. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut menikmati suasana kebersamaan ini dengan ceria.
Beberapa mushola juga menggelar acara santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bagian dari semangat berbagi di hari yang suci.
Dengan tetap menjaga tradisi, masyarakat Tulungagung berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi semua.
Mereka berharap kebersamaan dan rasa syukur ini terus terjaga di tahun-tahun mendatang.