Radar Tulungagung - Lebaran 2025, fenomena sound horeg kembali menjadi tren yang meramaikan perayaan Idulfitri di berbagai daerah di Indonesia.
Dari kota hingga pelosok desa, suara dentuman musik dengan bass menggelegar terdengar di berbagai sudut, menciptakan atmosfer perayaan yang meriah.
Sound horeg, yang identik dengan sistem audio berdaya besar dan dentuman bass yang mengguncang, telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat saat merayakan hari kemenangan.
Berbagai komunitas pecinta sound system mulai menyiapkan perangkat audio terbaik mereka untuk menyambut Lebaran dengan pesta suara yang khas.
Menurut salah satu penggiat sound system di Tulungagung, fenomena ini semakin berkembang karena meningkatnya minat masyarakat terhadap hiburan berbasis audio.
“Setiap tahun, teknologi sound system semakin canggih, dan masyarakat semakin antusias untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih menggelegar,” ujar Rahmat, salah satu pemilik rental sound horeg di daerah tersebut.
Tak hanya di kampung-kampung, tren sound horeg juga ramai di media sosial. Berbagai video dan unggahan dari warganet menunjukkan kemeriahan perayaan dengan sound system yang menggelegar.
Tagar seperti #SoundHoregLebaran2025 dan #BassLebaran mulai ramai digunakan untuk membagikan momen perayaan.
Namun, di balik euforia tersebut, penggunaan sound horeg juga menimbulkan pro dan kontra. Beberapa warga mengeluhkan kebisingan yang dihasilkan, terutama pada malam hari.
Oleh karena itu, pihak berwenang mengimbau agar penggunaan sound system tetap memperhatikan waktu dan lingkungan sekitar agar tidak mengganggu kenyamanan warga lain.
Selain itu, beberapa daerah mulai menerapkan regulasi terkait batas waktu penggunaan sound horeg.
Beberapa komunitas juga mulai berinovasi dengan menghadirkan sound system portable yang lebih ramah lingkungan dan dapat diatur volumenya agar tidak terlalu mengganggu.
Teknologi peredam suara dan equalizer digital menjadi solusi yang mulai banyak diterapkan oleh penggemar sound system untuk menyeimbangkan kualitas audio tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat sekitar.
Dengan tren yang semakin berkembang ini, diperkirakan sound horeg akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di tahun-tahun mendatang.
Bagi para pencinta audio bertenaga besar, Lebaran bukan hanya momen untuk bersilaturahmi, tetapi juga ajang untuk unjuk gigi dalam kompetisi sound system yang semakin sengit.
Apakah tren ini akan terus berkembang atau justru mengalami penyesuaian dengan regulasi yang lebih ketat?
Yang jelas, sound horeg telah menjadi bagian dari budaya Lebaran modern di Indonesia dan memberikan warna tersendiri dalam perayaan hari raya yang penuh suka cita.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz