Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tanda Tanya Masa Depan Batik Tulungagung, Dibayangi Krisis Pembatik Muda

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 7 April 2025 | 01:53 WIB
Tanda tanya masa depan batik di Tulungagung krisis generasi
Tanda tanya masa depan batik di Tulungagung krisis generasi

Radar Tulungagung - Batik khas Tulungagung memiliki daya tariknya tersendiri. Bahkan sentuhan-sentuhan magis pembatik asal Tulungagung menjadi pembeda dari batik-batik Nasional lainnya.

Namun, masa depan dari gemilangnya kiprah batik di Tulungagung tengah mengalami masa sulit.

Salah satunya yakni soal regenerasi pembatik di Tulungagung. Dimana kini mayoritas pembatik di Tulungagung telah berusia 50 tahun ke atas.

Ketua Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung, Prayogi Gama Wijaya mengatakan minimnya generasi muda yang memiliki niat untuk menjadi pembatik di Tulungagung.

Kesulitannya dalam mencari generasi pembatik ini membuatnya ketar-ketir akan masa depan batik khas Tulungagung.

“Sulit mas mencari generasi pembatik zaman sekarang,” keluh Yogi, kemarin (6/4).

Berdasarkan data yang dihimpun dari rumah usaha batik Satrio Manah, diketahui setidaknya ada 70 pembatik di tempat usaha tersebut.

Dari seluruh pembatik itu, hanya ada sekitar 4 pembatik muda yang berkecimpung dalam dunia batik Tulungagung.

Fenomena ini pun selaras dengan tempat usaha batik di lain tempat. Dimana memang minim minat pemuda untuk menggeluti pembuatan batik di Tulungagung.

Tentu faktor kesejahteraan ekonomi menjadi salah satu faktor enggannya pemuda di Tulungagung untuk menggeluti dunia batik.

Hal ini mengakibatkan banyaknya pemuda memilih untuk bekerja dalam sektor lain, seperti di toko maupun berkerja di perkantoran.

“Bayangan para pemuda ini kalau bekerja ya kantoran, terkadang mereka juga memilih kerja di toko,” ucapnya.

Kendati demikian, dia mengaku, menjadi pembatik pun juga bisa mendapatkan banyak uang untuk menjamin kesejahteraan pembatik.

Namun pricetise dari pekerjaan pembatik kurang memiliki nilai lebih di mata masyarakat, sehingga banyak pemuda enggan untuk berkecimpung dalam bidang batik.

“Padahal kalau secara hasil, menjadi pembatik sebenarnya juga bisa mendapatkan banyak uang,” ungkapnya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kelangsungan batik Tulungagung di masa yang akan datang.

Mengingat daerah ini memiliki beberapa motif bahkan diantaranya juga menjadi batik khas Tulungagungan.

“Tentu ini menjadi PR kita bagaimana mencari generasi pembatik di Tulungagung,” ujarnya.

Yogi menambahkan, potensi batik Tulungagung juga luar biasa. Tidak menutup kemungkinan go internasional jika pengelolaan dan kreativitas dalam membatik bisa ditingkatkan.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#tulungagung #batik tulungagung #batik #pembatik