Radar Tulungagung - Film animasi "Jumbo" semakin mencuri perhatian penikmat film. Ceritanya yang menyentuh, visualnya yang memikat, serta semangat di balik produksinya membuat film ini spesial di hati banyak orang dan menjadi Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa saat ini. Berikut fakta-fakta menarik dari Film Jumbo yang harus kamu tahu.
1. Box Office dan Menjadi Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Film produksi Visinema Pictures ini sukses menjadi Box Office. Dalam sepekan penayangannya, film Jumbo mendapat lebih dari 700 ribu penonton.
Perolehan ini melampaui rekor film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017) dengan perolehan penonton 642.312 pada sepekan penayangannya.
Film Jumbo kini menjadi Film Animasi Indonesia terlaris sepanjang masa. Saat ini penonton film Jumbo sudah melewati angka 1 juta penonton dan jumlah ini akan terus bertambah mengingat jadwal film ini masih banyak di bioskop.
2. 100% Karya Anak Bangsa
Yang tidak kalah membuat bangga, Film Jumbo adalah hasil karya 100% buatan Indonesia. Dari konsep cerita, desain karakter, hingga proses animasi dan musik—semuanya dikerjakan oleh talenta lokal.
Film yang rilis pada 31 Maret lalu ini melibatkan setidaknya lebih dari 400 kreator hebat dari Sabang sampai Merauke.
Bahkan seluruh proses rendering dilakukan Cimahi, music dan scoring composing dilakukan di cisauk.
3. Lagu "Kumpul Bocah" Kembali Hidup dengan Aransemen Baru
Film Jumbo juga menghadirkan aransemen ulang lagu legendaris “Kumpul Bocah” karya AT Mahmud.
Dibawakan oleh MALIQ & D'Essentials, lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh Vina Panduwinata ini kini hadir kembali dengan musik dan vibes lebih ceria dan jadi salah satu daya tarik emosional yang kuat di film.
4. Dibuat Selama 5 Tahun dan Tayang di 17 Negara
Proses produksi film Jumbo memakan waktu hingga 5 tahun, tanda keseriusan dan dedikasi tim di balik layar.
Produser mengatakan Jumbo tak akan hanya dinikmati di Indonesia. Film Jumbo sudah mengantongi kontrak kerja sama untuk ditayangkan di 17 negara di Kawasan benua Asia dan Eropa, seperti Turki dan Mongolia, tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah.
5. Latar Waktu dan Kampung Seruni
Film Jumbo berlatar era 2000an saat anak-anak masih asyik bermain di luar rumah tanpa gawai. Film ini ingin membawa semangat dan menunjukkan masa-masa indah permainan tradisional seperti kasti dan tidak didominasi gadget/mabar (main game bareng). Nama kampung fiksi tempat Don tinggal Seruni pun tercetus dari kata "seru" dan "nih".
Editor : Matlaul Ngainul Aziz