Di saat banyak orang yang menerbangkan balon udara secara liar dan membahayakan di beberapa tempat di Tulungagung, mereka justru menggelar mini festival balon udara Selasa (8/4).
Baca Juga: Wajib Ditunggu, Polres Tulungagung Berencana Gelar Festival Balon Udara di Bulan Juni Mendatang
Selain untuk memeriahkan Lebaran Ketupat, kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat Tulungagung tentang menerbangkan balon yang aman agar tidak melanggar hukum.
Sekilas acara ini mirip festival balon udara tahunan yang digelar di Wonosobo, Jawa Tengah.
Kepala Desa Notorejo Mustaqim, menjelaskan bahwa festival menerbangkan balon udara ini merupakan salah satu tradisi warga di Desa Notorejo setiap lebaran ketupat.
Baca Juga: Di Balik Perayaan Kupatan di Trenggalek, Ada Ledakan Petasan dari Balon Udara
Namun karena dirasa berbahaya bagi masyarakat dan lingkungan, maka pihak pemerintah desa berupaya untuk tetap memfasilitasi warganya dalam berekspresi.
Khususnya menerbangkan balon udara dengan cara yang lebih aman. "Balon yang diterbangkan diikat dengan tali agar tidak lepas dan membahayakan lingkungan," katanya.
Dia menyebut dalam festival balon udara itu terdapat 8 balon yang seharusnya diterbangkan ke udara.
Namun karena ada beberapa kendala maka tidak semua balon bisa terbang. "Karena terbuat dari plastik dan kertas, jadi ada beberapa yang terbakar ketika proses menerbangkan menggunakan api," ujarnya.
Pria paro baya ini juga menyebut balon-balon tersebut merupakan hasil karya dari warga desanya. Yakni terdiri dari beberapa warga, remaja masjid dan musalla di Desa Notorejo.
Setiap balon yang dibuat warga menghabiskan biaya sebesar Rp 1,5 juta, hingga Rp 2 juta. "Lumayan biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah balon," ungkapnya.
Dia sengaja menggelar festival balon ini untuk mengedukasi warganya agar tidak menerbangkan balon udara secara liar, karena bisa berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat.
Terlebih hal tersebut juga dilarang dan melanggar hukum. "Festival balon udara ini masih tahun pertama. Karena antusias warga Desa Notorejo sangat luar biasa maka akan digelar setiap tahunnya," tambah Mustaqim.
Pantauan Radar Tulungagung, sejak pukul 06.00 WIB, masyarakat Desa Notorejo sudah mulai berdatangan di lapangan Desa Notorejo.
Mereka mempersiapkan balon udara yang akan diterbangkan. Mulai dari mempersiapkan tali, hingga pengapian untuk proses penerbangan balon.
Baca Juga: Kejatuhan Balon Udara Berhias Mercon, Satu Rumah dan Dua Mobil di Tulungagung Rusak
Nampak ada beberapa balon yang gagal terbang karena terbakar, namun hal tersebut tak menyurutkan antusiasme masyarakat.
Hingga akhirnya ketika balon-balon udara itu terbang, semua warga sontak bersorak bahagia melihat balon-balon udara yang indah itu menghiasi langit Desa Notorejo.
Festival balon udara tersebut juga didukung dan dihadiri Kapolres Tulungagung, beserta jajarannya.
Editor : Dharaka R. Perdana