Radar Tulungagung - Mitos kutukan gadis sulit mendapat jodoh hingga berusia lanjut. Dimana kutukan ini tak lepas dari adanya Candi Dadi Tulungagung.
Hal ini diungkapkan oleh warga Dusun Kedungjalin Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol, Ayu mengatakan, memang ada mitos apabila perempuan di desa ini sulit dapat jodohnya. Bahkan baru dapat jodoh hingga berusia lanjut.
"Katanya memang ada mitos seperti itu. Ya dengan adanya mitos itu, sebenarnya takut juga," jelasnya.
Adapun kutukan ini juga diamini oleh Juru Pelihara Candi Dadi, Andi Kristian Pamuji. Dimana dia mengaku, memang ada cerita rakyat akan asal muasal Candi Dadi yang terletak di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Tulungagung.
Adapun cerita tersebut terkait adanya seorang pangeran yang diminta membuat 4 candi untuk meminang seorang putri setempat.
Namun ketika hampir selesai, putri yang akan dipinang ini membuat seolah datangnya pagi sehingga membuat 3 candi lainnya runtuh dan tersisa 1 candi yang kini dikenal sebagai Candi Dadi.
"Kondisi ini tentunya membuat pangeran kesal dan memberikan kutukan bahwa masyarakat di sekitar Dusun Kedungjalin tidak akan menikah hingga berusia lanjut," ucapnya.
Kendati adanya mitos tersebut, terdapat fakta mengejutkan yang terjadi di Dusun Kedungjalin Desa Junjung.
Kini gadis di Dusun Kedungjalin Desa Junjung ini dapat menikah walau masih berusia dalam kategori gadis.
"Malah sekarang itu justru sebaliknya, yang mendapat jodoh duluan itu malah perempuannya," ujar Agus Susanto warga Dusun Kedungjalin.
Mitos unik yang ada di Dusun Kedungjalin Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Tulungagung ini hanyalah mitos yang berkembang di masyarakat.
Tak hanya itu, Candi Dadi di Tulungagung pun menyimpan sejuta misteri. Pasalnya Candi Dadi merupakan satu-satunya candi yang ada di puncak bukit.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz