Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Salah Perawatan Saat Mabung Pada Murai Batu Bisa Berakibat Fatal, Berikut Tips Agar Tetap Moncer

Yos Ahadre • Jumat, 11 April 2025 | 18:37 WIB

Murai batu membutuhkan perawatan khusus saat proses mabung. (YOS AHADRE/RADAR TULUNGAGUNG)
Murai batu membutuhkan perawatan khusus saat proses mabung. (YOS AHADRE/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG — Masa mabung atau ganti bulu merupakan fase penting dalam siklus hidup burung murai batu.

Pada periode ini, burung murai batu akan mengganti seluruh bulu lamanya dengan bulu baru, dan membutuhkan perhatian ekstra agar tetap sehat serta siap tampil prima setelah mabung selesai.

Baca Juga: Sudah Dua Dekade Menjadi Pengrajin Sangkar Burung dari Tulungagung, Begini Susah Senangnya Sidik

Para pecinta burung kicau menyebut masa mabung sebagai waktu untuk “reset” kemampuan burung, khususnya murai batu.

Karena itu, perawatan dan pemberian pakan yang tepat sangat menentukan kualitas fisik dan suara murai batu di masa mendatang.

1. Perawatan Selama Mabung

Selama mabung, burung murai batu harus berada dalam kondisi yang tenang dan minim gangguan.

Penggunaan kerodong penuh sepanjang hari menjadi langkah utama yang harus dilakukan.

Kerodong tidak hanya menjaga suhu tetap hangat, tetapi juga menciptakan suasana nyaman bagi burung yang sedang dalam kondisi lemah.

Baca Juga: Tips Perawatan Murai Batu Pastol: Kunci Sukses Membentuk Burung Jawara

Burung tidak boleh dimandikan atau dijemur dulu, karena bisa mengganggu pertumbuhan bulu baru.

Selain itu, murai batu juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang tenang, jauh dari kebisingan dan lalu-lalang orang. Hal ini bertujuan menghindari stres yang dapat menghambat pertumbuhan bulu baru.

Menariknya, masa mabung adalah waktu terbaik untuk melakukan pemasteran, yakni memperdengarkan suara burung lain agar ditiru oleh murai batu.

Karena dalam kondisi tenang dan minim aktivitas, burung cenderung lebih fokus dan mudah menyerap suara masteran.

2. Pemberian Pakan Selama Mabung

Asupan makanan menjadi hal penting yang mendukung proses pertumbuhan bulu baru. Burung murai batu memerlukan protein tinggi selama masa ini.

Voer berkualitas tinggi dengan kandungan protein minimal 18 persen sangat disarankan.

Selain itu, pemberian pakan tambahan (extra fooding) juga harus disesuaikan. Jangkrik diberikan 5-10 ekor pagi dan sore, sementara kroto bisa diberikan 2–3 kali seminggu.

Baca Juga: Tips Merawat Burung Murai Batu agar Tetap Gacor saat Lomba

Ulat hongkong dapat diberikan dalam jumlah terbatas untuk membantu menambah asupan protein, namun tidak boleh berlebihan karena bisa memicu over birahi.

Selain itu, vitamin tambahan juga penting, khususnya yang mengandung omega 3 dan 6 untuk membantu pertumbuhan bulu agar sehat dan mengilap.

Dengan perawatan dan pakan yang tepat selama masa mabung, burung murai batu tidak hanya akan tampil lebih segar dengan bulu baru.

Tetapi juga memiliki performa suara yang lebih tajam dan lantang saat kembali ke arena lomba. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#mabung #perawatan burung #ganti bulu #murai batu #burung