RADAR TULUNGAGUNG - Memasuki musim pernikahan, para penjual gerabah dan anyaman bambu di Tulungagung kebanjiran pembeli.
Rata-rata pembelinya para pemilik usaha katering dan masyarakat Tulungagung yang akan menggelar pesta pernikahan.
Gerabah dan anyaman bambu tersebut dipakai untuk menghidangkan makanan pada pesta pernikahan berkonsep klasik di Tulungagung.
Baca Juga: Pemdes Widoro Trenggalek Putar Otak Hidupkan Pasar UMKM SLOW, Mereka Bakal Lakukan Ini
Hal tersebut terpantau di Pasar Wage, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung.
Padahal, kondisi pasar setelah lebaran Idul Fitri di Tulungagung justru terlihat sepi. Kios-kios penjual di sana bahkan banyak yang masih tutup.
Namun pembeli terlihat silih berganti mengunjungi kios para penjual gerabah dan anyaman bambu di sana.
Hal tersebut diakui Nurul Hidayah, warga Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung yang merupakan seorang penjual gerabah di Pasar Wage Tulungagung.
Dia menyebut sejak memasuki bulan Syawal ini kiosnya banyak didatangi pembeli.
Baca Juga: Rezeki Ramadhan, Pedagang Pakaian Pasar Wage Tulungagung Tangguk Omzet Melimpah
Hal itu karena bulan Syawal ini merupakan salah satu bulan yang baik bagi umat Islam untuk menyelenggarakan pernikahan.
Sehingga masyarakat yang sudah berencana melangsungkan pernikahan pasti sudah mulai mempersiapkan, salah satunya mempersiapkan rencana konsep sekaligus hidangannya.
"Kebanyakan yang beli dari katering-kareting, warung-warung, dan ada juga warga lainya. Dipakai untuk tempat sajian makanan," katanya.
Nurul menjelaskan bahwa ketika musim pernikahan seperti ini selalu ramai pembeli.
Dari seluruh dagangannya, yang paling dicari orang-orang adalah gerabah berupa wajan, panci, dengan berbagai ukuran dan bentuk.
Harganya pun beragam tergantung ukurannya. Kisaran harganya mulai Rp 10 ribu, hingga ratusan ribu.
"Tetapi yang banyak dicari orang-orang yaitu gerabah yang alusan. Karena bagus dan sudah siap untuk dipakai," katanya.
Baca Juga: Wacana Pasar Wage Diubah Mal, Reaksi Komisi C DPRD Tulungagung Mengejutkan
Hal yang sama juga diungkapkan Sulastri, salah satu pembeli gerabah dan anyaman bambu di Pasar Wage.
Dia menyebut sengaja ke Pasar Wage hanya untuk membeli gerabah ini, karena untuk keperluan hajatan pernikahan.
"Daripada sewa mending beli sendiri bisa. Karena bisa dipakai terus untuk acara-acara lain," katanya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana