Radar Tulungagung - Musim penghujan diprediksi segera berakhir. Faktor ketahanan pangan selama periode musim penghujan jadi salah satu fokus pemkab. Itu sebabnya, berbagai program pertanian bakal diakselerasi di pertengahan tahun ini.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberi instruksi khusus bagi para pimpinan daerah. Kaitannya dengan optimalisasi hasil produksi pertanian dan upaya menggenjot hasil pertanian.
"Di retret itu Pak Prabowo mencanangkan lahan-lahan yang hanya menghasilkan satu (masa, Red) panen dalam satu tahun itu nanti mau dibantu sumur bor, pompanisasi," ujarnya.
Teknisnya, pemkab bakal melakukan pendataan atas tingkat produktivitas lahan pertanian di Tulungagung. Sejauh ini, pemkab baru diinstruksikan untuk mendata lahan tanaman padi.
Data kolektif yang terkumpul bakal dilayangkan ke pemerintah pusat dalam bentuk laporan. Lalu, pemerintah pusat akan mulai melakukan evaluasi atas data yang ada.
Jika dinilai valid, pemerintah pusat bakal mulai memberikan bantuan melalui program-program pertanian.
"Kita disuruh mencari data. di mana lahan-lahan yang hanya bisa menghasilkan satu tahun satu panen. Proposalnya proses kita kirim ke pusat," kata Gatut lagi.
Meski begitu, dia belum dapat merinci jenis dan jumlah bantuan yang akan diberikan. Hal ini didasarkan pada kondisi eksisting di lapangan.
Tapi, Gatut memastikan bahwa stok beras di Bumi Lawadan saat ini masih dalam kategori aman. Sebab, panen raya padi di masa tanam (MT) I baru digelar di awal bulan ini.
Lalu, ada kecenderungan surplus beras di setiap tahun di Tulungagung. Itu karena tingkat konsumsi di dalam daerah lebih rendah dari jumlah beras yang diproduksi dalam satu tahun.
"Isya Allah (aman, Red)," pungkasnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra