Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Inilah Fakta Desa Wates, Jejak Lawadan dan Desa Tertua di Tulungagung

Rinto Wahyu Hidayat • Minggu, 13 April 2025 | 02:37 WIB

Kondisi Desa Wates, Kecamatan Campurdarat
Kondisi Desa Wates, Kecamatan Campurdarat

RADAR TULUNGAGUNG
– Di balik hiruk-pikuk modernisasi pedesaan, terselip sebuah nama yang menyimpan sejarah panjang peradaban lokal.

Itu tidak lain adalah Desa Wates.

Terletak di Kecamatan Campurdarat, Wates bukan sekadar titik di peta Kabupaten Tulungagung.

Desa ini diyakini sebagai salah satu yang tertua di wilayah selatan Jawa Timur, bahkan tercatat dalam sejarah lisan dan dokumen kuno dengan nama Lawadan.

Nama Lawadan merujuk pada identitas awal wilayah ini, yang konon menjadi cikal bakal pemukiman masyarakat Tulungagung sebelum wilayah-wilayah lain berkembang.

Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat setempat dan dokumen desa, Lawadan diyakini telah ada jauh sebelum pembentukan administratif desa-desa modern.

Kata "Lawadan" sendiri memiliki makna filosofis, sering dikaitkan dengan lokasi yang dikelilingi lawadan (semak-semak lebat) yang menjadi tempat persembunyian sekaligus perlindungan para pelarian dari kekuasaan kerajaan.

Seiring perjalanan waktu, Lawadan bertransformasi menjadi Desa Wates.

Nama “Wates” dalam bahasa Jawa berarti “batas” atau “pinggiran”, yang menunjukkan posisi geografis desa ini sebagai batas antara wilayah dataran dan perbukitan kapur di kawasan selatan.

Letak ini pula yang menjadikan Wates strategis sebagai jalur perlintasan para pedagang maupun laskar kerajaan di masa lalu.

Tak hanya kaya sejarah, Wates juga dikenal sebagai salah satu sentra tembakau tradisional di Tulungagung.

Aktivitas pertanian tembakau telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda, yang saat itu mengarahkan produksi komoditas ekspor dari wilayah selatan.

Sampai hari ini, jejak kejayaan itu masih tampak dalam pola pertanian masyarakat yang tetap mempertahankan budidaya tembakau sebagai salah satu penopang ekonomi desa.

Keberadaan Wates sebagai desa tertua menyimpan potensi besar dalam pelestarian sejarah lokal.Baca Juga: Melihat Kemeriahan Tradisi Miwiti Panen lan Methik di Desa Ngrendeng Tulungagung, Ini Makna Simbolisnya

Pemerintah desa bersama tokoh adat setempat kini tengah mendorong upaya penggalian kembali sejarah Lawadan, termasuk melalui pencatatan ulang silsilah, pelestarian situs-situs lama, serta penguatan narasi lokal dalam kegiatan budaya tahunan.

Sebagai saksi bisu perjalanan Tulungagung dari masa ke masa, Desa Wates bukan sekadar tempat tinggal, melainkan lembaran sejarah hidup yang terus menunggu untuk dibaca, ditulis, dan diwariskan***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#desa tertua #desa wates #tulungagung #sejarah #fakta #lawadan