Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Industri Kerupuk Rambak di Kelurahan Sembung Tulungagung Terus Bertahan di Tengah Persaingan Pasar

Slamet Riyadi • Selasa, 15 April 2025 | 23:31 WIB
Industri kerupuk rambak di Kelurahan Sembung Tulungagung terus alami perkembangan luar biasa
Industri kerupuk rambak di Kelurahan Sembung Tulungagung terus alami perkembangan luar biasa

Radar Tulungagung - Di tengah gempuran makanan modern dan industri besar, industri kerupuk rambak di Kelurahan Sembung, Kabupaten Tulungagung, tetap eksis dan menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.

Usaha pengolahan kulit sapi menjadi camilan gurih ini telah dijalankan secara turun-temurun oleh warga setempat, terutama di lingkungan RT 2 dan RT 3 RW 1.

Produksi rambak dilakukan secara tradisional, namun tetap menjaga kualitas rasa dan kebersihan dari produk yang dihasilkan.

Proses dimulai dari pencucian kulit, perebusan, pengeringan, hingga penggorengan.

Seluruh tahapan dilakukan oleh tangan-tangan terampil para pengrajin yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam mengolah kulit sapi menjadi kerupuk rambak.

Salah satu pelaku usaha rambak, Ibu Sri Wahyuni, 45, mengatakan bahwa usaha ini telah dilakoni keluarganya sejak tahun 1990-an.

Dimana awalnya pengolahan kerupuk rambak ini dilakukan untuk kebutuhan konsumsi sendiri, namun akhirnya banyak pesanan sehingga menjadi usaha rumahan.

“Awalnya hanya untuk konsumsi sendiri, lalu banyak yang pesan, akhirnya sekarang jadi usaha rumahan,” ujarnya.

Dalam sehari, Ibu Sri bisa memproduksi hingga 10 kilogram rambak siap jual.

Pemasaran dilakukan secara langsung di rumah, di pasar tradisional, serta melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

Harga rambak bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp35.000 per bungkus, tergantung ukuran dan jenis.

Meski menghadapi tantangan seperti naiknya harga bahan baku dan persaingan dari produk pabrikan, para pelaku usaha tetap semangat untuk mempertahankan tradisi ini.

Mereka berharap pemerintah daerah bisa memberikan dukungan berupa pelatihan dan akses permodalan agar industri rambak di Sembung bisa lebih berkembang dan dikenal luas.

Industri rambak di Kelurahan Sembung bukan hanya sekadar usaha ekonomi, tetapi juga bagian dari warisan kuliner lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#sembung #tulungagung #Kulit Sapi #kerupuk rambak