Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengandalkan Sinar Matahari, Produksi Kerupuk Udang di Tulungagung Terkendala Saat Musim Hujan

Rinto Wahyu Hidayat • Rabu, 16 April 2025 | 04:30 WIB

Produksi kerupuk Udang
Produksi kerupuk Udang

RADAR TULUNGAGUNG
– Kerupuk udang Cap Lombok menjadi salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) unggulan di Desa Karangsono, Kecamatan Ngunut, Tulungagung.

Namun, usaha tersebut mengalami kendala akibat cuaca yang tidak menentu.

Usaha rumahan milik Juwati tersebut mengandalkan sinar matahari langsung untuk proses pengeringan kerupuk, sehingga saat musim hujan tiba, kapasitas produksinya menurun secara signifikan.

Juwati, pemilik usaha kerupuk udang Cap Lombok, menyampaikan bahwa saat cuaca cerah, ia mampu memproduksi antara 1 hingga 2 kwintal kerupuk setiap harinya.

Namun, saat langit mendung dan hujan terus mengguyur, ia terpaksa mengurangi produksi karena proses penjemuran tidak maksimal.

“Pengeringan masih sangat bergantung pada panas matahari. Kalau tidak kering sempurna, kualitas kerupuk bisa turun,” ujar Juwati saat ditemui di rumah produksinya, Sabtu (13/4).

Kerupuk udang Cap Lombok merupakan salah satu produk lokal Tulungagung yang telah dikenal luas oleh masyarakat Ngunut dan sekitarnya.

Dengan cita rasa gurih dan kerenyahan khas, kerupuk ini menjadi pelengkap makanan favorit di berbagai warung makan dan toko tradisional.

Meski skalanya masih rumahan, usaha ini menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar saat masa produksi tinggi.

Selain menjaga kualitas rasa, Juwati juga mempertahankan cara produksi tradisional sebagai identitas produk lokal yang otentik.

Permintaan pasar terhadap kerupuk udang Cap Lombok tetap tinggi, meskipun tantangan produksi kerap muncul saat musim penghujan.

Keadaan ini menyoroti pentingnya dukungan teknologi pengeringan alternatif bagi UMKM pengolah makanan tradisional.

Dengan keberlangsungan usaha yang bergantung pada cuaca, pelaku UMKM seperti Juwati berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, baik berupa pelatihan teknologi tepat guna maupun bantuan alat pengering yang tidak tergantung pada sinar matahari.***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#hujan #ngunut #tulungagung #kerupuk udang #terkendala