Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Gantung Kedungsoko Tulungagung, Jalan Alternatif yang Berbahaya

Hendra Novias • Rabu, 16 April 2025 | 18:00 WIB
Jembatan gantung di Desa Kedungsoko Tulungagung ini merupakan jalur alternatif tapi sedikit berbahaya
Jembatan gantung di Desa Kedungsoko Tulungagung ini merupakan jalur alternatif tapi sedikit berbahaya

Radar Tulungagung - Jembatan Gantung Kedungsoko di Tulungagung adalah salah satu infrastruktur vital yang menghubungkan Kelurahan Kedungsoko dengan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

Jembatan ini seringkali dimanfaatkan warga untuk menyeberang. Berbagai kegiatan dilakukan warga seperti berangkat sekolah, pergi ke sawah, dan ke pasar, serta berbagai kegiatan lainnya.

Jembatan ini dibangun sejak era 1990-an, dan berusia lebih dari dua dekade dengan panjang sekitar 40 m dan lebar hanya 1 m, sehingga tergolong sempit untuk dua arah lalu lintas sekaligus.

Awalnya lantainya menggunakan papan kayu sengon setebal 10 cm yang mampu bertahan hingga lima tahun sebelum mulai rusak dan akhirnya diganti dengan plat besi.

Setiap hari ratusan pelajar, SD hingga SMA, pedagang, petani, dan masyarakat umum melintasi jembatan ini sebagai jalur alternatif menuju pasar dan sekolah.

Jika plat jembatan rusak atau lamtai jembatan terbuka lebar, warga biasanya menambalnya dengan kayu hingga ditutup dengan plat besi.

Lantai jembatan diperbaiki seadanya oleh warga, hal ini tentunya mengandung resiko keamanan. Terutama saat musim hujan, lantai menjadi licin dan rawan kecelakaan.

Sudah ada beberapa upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah. Pada April 2021, Kepala Desa Waung menyampaikan keluhan ke DPRD Tulungagung dan pemerintah kabupaten, namun saat itu hanya ada perbaikan darurat berupa papan kayu oleh warga.


Setelah akhirnya, ada realisasi dibangunnya jembatan baru, alternatif, Jembatan gantung Moyoketen. Jembatan ini berada di sisi sekitar 1 kilometer sebelah selatan jembatan gantung Kedungsoko.

Jembatan baru ini menggunakan konstruksi dari besi dan papan plat besi serta permukaan plat lantai besi anti selip.

Lebar sekitar 1,6 meter. Panjang sekitar 40 meter. Jembatan ini mampu menampung beban yang lumayan lebih berat dibandingkan dengan jembatan gantung Kedungsoko.

Meskipun kadang begitu. Beberapa warga lebih sering memilih jembatan gantung di Kedungsoko.

Sebenarnya secara estetika dan pengalaman, jembatan ini menawarkan sensasi ringan melintasi Sungai Ngrowo dan dapat dikembangkan sebagai alternatif terdekat jika ingin melintasi sungai dari arah kota dan SMPN 5 Tulungagung dari arah utara.

Jembatan Gantung Kedungsoko merupakan warisan era 90-an yang masih berfungsi penting bagi mobilitas warga.

Meski punya nilai historis dan adanya sedikit potensi pariwisata, khususnya kuliner, kondisi keropos dan perbaikan sementara yang cepat rusak menuntut langkah rehabilitasi menyeluruh agar keselamatan dan kenyamanan pengguna terjamin.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#berbahaya #tulungagung #jalur alternatif #jembatan gantung