Tulungagung – Di tengah pesatnya arus modernisasi dan kehadiran alat-alat kebersihan modern, para pengrajin sapu lidi di Desa Bendiljati, Kecamatan Sumbergempol, masih bertahan dan terus menjaga warisan keterampilan tradisional. Kegiatan ini menjadi salah satu mata pencaharian warga yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Sapu lidi yang dihasilkan di Bendiljati dikenal akan kualitasnya. Bahan baku utama berupa lidi dari daun kelapa diolah dengan teliti, kemudian dirangkai menggunakan tali atau kawat untuk menghasilkan sapu yang kuat dan tahan lama. Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual, yang membutuhkan ketelatenan dan keahlian khusus.
Salah satu pengrajin, Pak Sarmin, mengaku telah menekuni usaha ini sejak belasan tahun lalu. Ia mengatakan, meskipun persaingan dengan produk pabrikan cukup ketat, sapu lidi buatannya tetap diminati, terutama oleh konsumen dari luar daerah yang mencari produk alami dan ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, meski sudah banyak sapu modern, sapu lidi masih dicari. Apalagi untuk menyapu halaman atau tempat-tempat tertentu yang tidak bisa dibersihkan pakai sapu plastik,” ujarnya.
Pemasaran dilakukan secara sederhana, baik melalui pasar tradisional maupun titip jual di toko kelontong. Beberapa pengrajin juga sudah mulai memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan tetap menjaga kualitas dan mempertahankan kearifan lokal, para pengrajin sapu lidi di Desa Bendiljati membuktikan bahwa usaha tradisional pun bisa terus bertahan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Editor : Firman Aji Saputra