Radar Tulungagung – Pemberdayaan perempuan di berbagai sektor memang harus jadi perhatian khusus. Itu sebabnya, Ny Yuyun Ahmad Baharudin menilai ada peran penting perempuan di bidang ekonomi yang harusnya bisa dioptimalkan untuk memaknai Peringatan Hari Kartini tahun ini.
Secara umum, kondisi perekonomian di Tulungagung terus bertumbuh mesi belum bisa dibilang signifikan. Kondisi itu tak lepas dari banyaknya usaha mikro yang digawangi oleh para perempuan.
“Kalau saya lihat selama ini saya juga di bisnis. Tulungagung itu ibu-ibunya itu juga ikut mandiri. Jadi ndak bergantung sama bapak-bapaknya,” ucapnya.
Sebagai gambaran, dia mengungkapkan bahwa pelaksanaan car free day (CFD) cukup menggambarkan tingginya tingkat produktivitas masyarakat, khususnya perempuan, di Tulungagung.
“Jadi saya mendukung juga UMKM-nya. Tadi saya lihat itu cewek-cewek, perempuan yang masih muda-muda juga ikut produktif,” bebernya.
Meski begitu, ada hal lain yang dinilai cukup jadi kendala. Yakni, adanya anggapan bahwa wilayah Tulungagung merupakan daerah yang “kurang subur”.
Itu sebabnya banyak perempuan memilih bekerja di luar negeri demi mencukupi kebutuhan keluarganya.
Meski tidak bisa dikatakan salah, hal ini seharusnya bisa diantisipasi dengan banyaknya lapangan pekerjaan di Tulungagung.
Salah satunya dengan program pemberdayaan yang menyasar perempuan. Mereka yang terjun di dunia bisnis tentu akan mulai membuka lapangan kerja yang justru akan membuat tingkat produktivitas perempuan di Tulungagung ikut meningkat.
“Saya juga bisa membantu. Saya kan juga (membuka usaha, Red) konveksi. Kalau mereka mau, saya juga memberdayakan mereka. Jadi saya memberi ruang untuk belajar, jadi saya siap (membantu, Red),” ujar Yuyun.
Menurut dia, hal itu senada dengan perjuangan RA Kartini yang bertekad mengentaskan kaum perempuan dari keterpurukan.
Sehingga, perempuan Tulungagung bisa terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui sektor ekonomi yang saat ini memang perlu digenjot.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra